Aceh Utara ( DERAP KEADILAN.COM ) – Bencana banjir dahsyat yang melanda Kabupaten Aceh Utara telah melumpuhkan pelayanan kesehatan dan memicu aksi heroik yang berujung petaka. Puskesmas Syamtalira Bayu, sebagai garda terdepan penanganan medis, dilaporkan kolaps akibat kekurangan tenaga dan.
Kepala UGD Puskesmas Syamtalira Bayu, Buk Koni, dengan nada putus asa mengungkapkan, “Kami sudah tidak tahu lagi harus bagaimana. Perawat kami banyak yang terjebak banjir, sementara pasien terus berdatangan. Kami benar-benar kewalahan!”
Informasi yang dihimpun awak media detikpost.id, hanya empat tenaga medis yang berjibaku di UGD, termasuk seorang dokter umum bernama Buk Nelvi. Mereka harus bekerja tanpa henti selama 48 jam untuk menangani para korban banjir yang mengalami luka-luka, hipotermia, dan penyakit lainnya.
Di tengah keterbatasan ini, kisah heroik sekaligus tragis datang dari Aris, seorang warga Desa Peudari, Kecamatan Geurdong Pasee. Dengan berani, ia mempertaruhkan nyawanya untuk membantu mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Desa Blang Pria.
Namun, upaya penyelamatan itu berujung petaka. Aris berhasil menyelamatkan satu nyawa, namun satu warga lainnya ditemukan meninggal dunia. Tragisnya, Aris sendiri ikut terjebak banjir selama semalam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga menggunakan rakit seadanya.
Aris ini adalah pahlawan sejati. Dia rela mempertaruhkan nyawanya demi orang lain. Tapi, dia juga menjadi korban dari bencana ini,” ujar seorang warga dengan nada sedih.
Setibanya di Puskesmas Syamtalira Bayu, Aris langsung mendapatkan pertolongan medis intensif. Buk Nelvi dan timnya berjuang keras untuk menyelamatkan nyawanya.
Kondisinya sangat kritis saat tiba di sini. Kami langsung memberikan penanganan terbaik yang kami bisa,” ujar Buk Nelvi.
penulis>>{ RIMUNG }












