Boyolali – Memasuki hari ke-12 Operasi Zebra Candi 2025, Satlantas Polres Boyolali kembali melaksanakan kegiatan Polantas Menyapa dengan pendekatan humanis kepada para pengendara. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Jumat (28/11/2025) pagi di ruas Jalan Pandanaran Boyolali, petugas memberikan imbauan langsung kepada seorang pengendara sepeda motor yang membawa anak balitanya tanpa perlindungan yang memadai.
Petugas menghentikan pengendara tersebut bukan untuk menindak, melainkan memberikan edukasi mengenai keselamatan berkendara, khususnya ketika membawa anak kecil. Petugas menjelaskan pentingnya penggunaan helm SNI untuk pengendara dan anak, posisi duduk yang aman, serta risiko yang dapat terjadi saat balita dibonceng tanpa perlindungan.
Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Tri Afandi, menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas dalam Operasi Zebra Candi tahun ini.
“di hari ke-12 Operasi Zebra ini, kami fokus pada edukasi khususnya kepada pengendara yang membawa anak kecil. kami ingin memastikan keselamatan balita tetap menjadi prioritas. bukan hanya soal aturan, tapi soal bagaimana menjaga nyawa dan keselamatan keluarga,” tegasnya.
AKP Tri Afandi juga menambahkan bahwa edukasi langsung seperti ini terbukti lebih efektif dalam menyentuh kesadaran masyarakat.
“kami sengaja mengedepankan pendekatan yang ramah dan persuasif. orang tua mungkin merasa sudah aman, tapi kami perlu mengingatkan risiko di jalan raya. keselamatan anak adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Kegiatan Polantas Menyapa ini mendapat apresiasi dari warga yang melihat langsung bagaimana petugas memberikan edukasi tanpa konfrontasi, namun tetap tegas dalam menyampaikan pesan keselamatan.
Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Boyolali berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan anak saat berkendara semakin meningkat, sekaligus mendukung kelancaran Operasi Zebra Candi 2025 yang mengedepankan keselamatan, edukasi, dan pelayanan humanis.
(Khanza Haryati)















