BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

DIDUGA KERACUNAN MBG, PULUHAN SISWA DILARIKAN KE PUSKESMAS! WALI MURID DESAK TINDAKAN TEGAS!

44
×

DIDUGA KERACUNAN MBG, PULUHAN SISWA DILARIKAN KE PUSKESMAS! WALI MURID DESAK TINDAKAN TEGAS!

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

BIREUEN ( DERAP KEADILAN.COM ) — Puluhan siswa di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan setelah menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan petugas SPPG setempat, Kamis malam (26/2/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

 

Menurut informasi yang diperoleh dari salah satu warga di lokasi, yang tidak mau disebutkan namanya, sebagian besar siswa yang mengalami gejala keracunan telah mendapatkan penanganan medis. Mereka kemudian dirujuk ke Puskesmas Simpang Mamplam untuk mendapatkan perawatan. Namun, beberapa siswa yang kondisinya cukup parah telah dirujuk ke fasilitas kesehatan di Bireuen.

 

Oplus_131072

Sebagian tidak bisa ditangani di Puskesmas Simpang Mamplam, sudah dirujuk ke Bireuen,” ujar sumber tersebut, Kamis malam.

Baca Juga:  2071 Pelanggar Ditindak Satlantas Polresta Banyumas Selama Operasi Patuh Candi 2025

 

Gejala keracunan mulai muncul setelah para siswa mengonsumsi makanan yang diberikan saat itu. Menu yang disajikan terdiri atas bakso, buah kurma, susu, pisang, roti, telur, dan kacang.

 

Menu yang mereka makan bisa dilihat dari foto yang saya kirimkan,” tambahnya.

 

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak media belum berhasil menghubungi pihak SPPG Bireuen Simpang Mamplam Arongan 2 maupun penyedia makanan MBG terkait peristiwa tersebut guna mendapatkan keterangan resmi. Pemeriksaan dan penanganan kasus oleh petugas terkait masih terus berlangsung.

 

Selain itu, beberapa wali murid menyampaikan kekesalannya dan meminta agar pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini bertanggung jawab secara hukum. Mereka menganggap dapur penyedia makanan harus dicabut izin jika terbukti membagikan makanan tidak layak konsumsi. Beberapa wali murid bahkan menyatakan akan langsung datang ke lokasi dapur tersebut jika pihak terkait tidak bertanggung jawab.

Baca Juga:  Buka Jambore Karhutla Riau 2025, Kapolri Ajak Masyarakat Jaga dan Lestarikan Lingkungan

 

Kami wali murid meminta, jika dapur tersebut tidak bertanggung jawab, izinnya harus dicabut dan makanan tidak layak jangan lagi dibagikan kepada anak-anak kami,” ujar salah satu wali murid yang ikut datang ke lokasi.

 

Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan dan memastikan langkah terbaik untuk menangani kejadian ini serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

 

Penulis>{ Rimung }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *