ACEH UTARA ( DerapKeadilan.com ) — Sebuah kisah keprihatinan datang dari Desa Meunye Peut, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara. Selama empat belas tahun, Bang Jufri menempati rumah yang jauh dari kata layak, namun tekad dan harapan untuk memiliki tempat tinggal yang aman bagi keluarganya tak pernah padam. Kondisi ini menyentuh hati Organisasi Masyarakat Gemantara Aceh Utara, yang dipimpin langsung oleh ketuanya, Iskandar, turun ke lapangan melihat kenyataan pahit yang dialami warganya tersebut.
Kamis, 3 September 2026, Ketua Gemantara Aceh Utara, Iskandar, S.Kom., MSM. bersama tim menyambangi kediaman Bang Jufri setelah menerima laporan dari tim wilayah Meurah Mulia mengenai kondisi rumah yang tidak layak huni, tempat ia tinggal bersama dua orang anaknya. Di sana, apa yang dilihat membuat hati siapa pun tergugah. Bang Jufri berjuang setiap hari menafkahi dan merawat anak-anaknya di tengah keterbatasan yang luar biasa, namun rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru masih belum dapat ia wujudkan dengan baik.
Kami sangat prihatin melihat kondisi Bang Jufri dan keluarganya. Selama ini beliau hidup dalam keterbatasan ekonomi, namun tetap berjuang demi anak-anaknya. Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan membantu mewujudkan rumah yang layak bagi keluarganya,” tegas Iskandar, Ketua Gemantara Aceh Utara, dengan nada penuh haru.
Selama sekitar 14 tahun, Bang Jufri bertahan di rumah tersebut. Sering kali ia berusaha mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah maupun Baitul Mal Aceh Utara, berharap ada jalan untuk membangun rumah yang pantas bagi anak-anaknya. Namun hingga kini, harapan itu belum terealisasi. Warga sekitar pun turut berempati, sebagian kayu untuk pembangunan rumah telah disumbangkan oleh tetangga yang tergerak hatinya — namun itu belum cukup. Masih banyak material lain yang dibutuhkan, dan biaya menjadi kendala yang tak mampu ia tembus sendirian.
Saya sangat berharap kepada saudara-saudara dan masyarakat yang tergerak hatinya untuk membantu. Berapa pun bantuan yang diberikan dengan ikhlas, sangat berarti bagi kami agar dapat membangun rumah yang layak untuk keluarga,” ungkap Bang Jufri dengan mata berkaca-kaca, namun tetap tegar.
Satu Hati, Satu Uluran Tangan
Kepedulian yang ditunjukkan oleh Iskandar, Ketua Gemantara Aceh Utara, dan seluruh tim bukan sekadar kunjungan belaka, melainkan ajakan tulus untuk bersama-sama meringankan beban saudara kita. Iskandar berharap kisah Bang Jufri menggema hingga ke telinga pemerintah maupun masyarakat luas — bahwa masih banyak saudara kita yang berjuang dengan sederhana, namun membutuhkan uluran tangan untuk mewujudkan hal yang paling mendasar: rumah yang layak.
Rumah bukan sekadar bangunan kayu dan batu, melainkan tempat di mana kasih sayang tumbuh, anak-anak tumbuh dengan aman, dan keluarga berteduh dengan tenang. Kepedulian kita sekecil apa pun, jika disatukan, dapat menjadi pondasi yang kokoh bagi Bang Jufri dan kedua anaknya untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Siapa pun yang tergerak hatinya, bantuan sekecil apa pun adalah berkah yang tak ternilai. Mari bersama-sama wujudkan rumah yang layak bagi mereka yang berjuang dengan penuh kesabaran dan harapan.













