Polda Jateng-Kota Semarang | Kepedulian kepada masyarakat tak berhenti di balik kamera dan berita. Sebanyak 35 wartawan mitra Polda Jawa Tengah turun langsung ke tengah masyarakat untuk membantu warga yang terdampak kekeringan dengan menyalurkan 16 ribu liter air bersih di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (24/9/2026).
Bersama Bidhumas Polda Jateng, para wartawan dari berbagai media lokal dan nasional tersebut menggelar bakti sosial untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 135 kepala keluarga (KK) di RW 4 Kelurahan Jabungan, Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian insan media yang selama ini berperan menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat. Kali ini, kepedulian tersebut diwujudkan tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi dengan hadir secara langsung dan berbagi dengan warga yang membutuhkan.
Dipimpin Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Yuliyanto, para wartawan menyerahkan bantuan air bersih yang didistribusikan kepada warga RT 1, RT 2 dan RT 3 RW 4 Kelurahan Jabungan. Turut hadir Kapolsek, Lurah dan perangkat Kelurahan Jabungan.
“Selama ini rekan-rekan wartawan membantu menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat. Hari ini kepedulian itu diwujudkan dalam bentuk yang berbeda. Bersama Bidhumas Polda Jateng rekan-rekan wartawan turun langsung untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Kombespol. Yuliyanto.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa hubungan kemitraan antara media dan Polda Jateng tidak hanya dibangun dalam konteks penyampaian informasi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial.
” Ada kepedulian dan semangat gotong royong yang ingin kita bangun. Ketika masyarakat membutuhkan, kita berusaha hadir bersama-sama dan memberikan apa yang bisa kita lakukan,” katanya.
Sebanyak dua tangki air, masing-masing berkapasitas 8.000 liter, disalurkan untuk warga RW 4. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 51 KK di RT 1, 49 KK di RT 2 dan 35 KK di RT 3. Bagi warga Jabungan, bantuan tersebut sangat berarti. Lurah Jabungan, M. Chasani, mengatakan masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air sejak sekitar Juli 2026. Kondisi semakin terasa ketika memasuki Agustus, saat hujan mulai jarang turun dan sejumlah sumur warga mengering.
“Bantuan air bersih ini sangat membantu warga. Setidaknya dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga untuk satu sampai dua hari ke depan,” ujarnya.
Ketua RW 4 Kelurahan Jabungan, Solikhin, juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian para wartawan bersama Bidhumas Polda Jateng.
Menurutnya, kondisi sumber air warga yang mulai mengering membuat masyarakat harus mengandalkan bantuan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kehadiran para wartawan di tengah warga juga menjadi gambaran bahwa profesi jurnalistik memiliki ruang yang luas untuk membangun kepedulian sosial. Mereka yang sehari-hari berada di lapangan untuk mencari dan menyampaikan informasi, kali ini hadir dengan membawa bantuan secara langsung kepada masyarakat.
Kombes Pol. Yuliyanto mengatakan, kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga kemitraan antara media dan Polri tidak hanya menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi publik, tetapi juga menghadirkan aksi nyata ketika masyarakat menghadapi persoalan.
“Kami mengapresiasi kepedulian rekan-rekan wartawan. Mudah-mudahan apa yang dilakukan hari ini menjadi bagian dari semangat bersama untuk membantu masyarakat. Wartawan bukan hanya hadir untuk memberitakan apa yang terjadi di masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, bantuan air bersih ini merupakan bagian dari upaya lebih luas yang dilakukan jajaran Polda Jateng dalam membantu masyarakat menghadapi musim kemarau. Berdasarkan data sementara, sebanyak 5.714.000 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Selain distribusi air, Polda Jateng juga mendorong solusi jangka panjang melalui pembangunan sumber air baru. Di Kelurahan Jabungan, Ditreskrimsus Polda Jateng tengah mengerjakan pembangunan sumur bor dengan kedalaman sekitar 60 meter yang diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.
“Persoalan kekeringan membutuhkan kepedulian dan gotong royong banyak pihak. Hari ini wartawan dan Polri bersama-sama hadir untuk membantu warga. Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menjadi penguat semangat bahwa persoalan masyarakat adalah kepedulian kita bersama,” pungkas Yuliyanto.
























