Jakarta — Dugaan aksi pencurian dengan modus menjadi asisten rumah tangga (ART) hasil perekrutan melalui media sosial Facebook kini menjadi perhatian publik. Sejumlah korban di berbagai daerah mengaku mengalami kerugian besar setelah mempekerjakan ART yang baru dikenal dalam waktu singkat.
Kasus-kasus yang muncul memiliki pola hampir serupa. Para korban rata-rata mendapatkan ART melalui Facebook, kemudian melanjutkan komunikasi lewat WhatsApp tanpa proses verifikasi identitas maupun pengecekan latar belakang secara mendalam.
Akibatnya, sejumlah korban mengaku kehilangan kendaraan hingga barang berharga dengan total kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Beberapa nama korban yang mulai bermunculan di antaranya Putri Oktriyana yang mengaku kehilangan satu unit motor Honda Scoopy yang diduga dibawa kabur oleh ART rekrutan Facebook.
Kasus serupa juga dialami majikan dari seorang ART bernama Dian Ayu yang dikabarkan mengalami kehilangan sepeda motor setelah mempekerjakan ART yang baru beberapa hari bekerja di rumahnya.
Sementara itu, korban bernama Juwita Gilang Permata di Bandung disebut telah membuat laporan polisi terkait dugaan pencurian oleh ART hasil perekrutan media sosial. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.
Kasus yang paling menyita perhatian publik datang dari wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Korban bernama Zulfikar Farhan Muzacky resmi melaporkan dugaan pencurian ke SPKT Polsek Cengkareng dengan nomor laporan:
LP/B/251/III/2026/SPKT/POLSEK CENGKARENG/POLRES METRO JAKBAR/POLDA METRO JAYA tertanggal 2 Maret 2026.
Dalam laporan tersebut, Zulfikar mengaku kehilangan satu unit sepeda motor Honda Stylo tahun 2024 warna hijau bernomor polisi B 5799 BMN dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta.
Menurut keterangan yang dihimpun, terlapor baru beberapa hari bekerja sebagai ART sebelum akhirnya diduga membawa kabur kendaraan milik korban. Aksi tersebut baru diketahui saat korban hendak menggunakan motornya pada pagi hari.
Dari hasil pengecekan CCTV di sekitar lokasi, pelaku diduga mengambil kunci motor yang sebelumnya tergantung di dalam rumah sebelum membawa kendaraan tersebut kabur.
Kasus serupa juga dialami Elin Sri Agustini, warga Tajurhalang, Bogor. Korban mengaku kehilangan satu unit motor Yamaha Mio serta sebuah tablet Samsung setelah menerima ART dari media sosial Facebook.
Tak hanya itu, korban lainnya bernama Alin mengaku kehilangan motor Honda Scoopy tahun 2024, telepon genggam, dan tablet. Namun, menurut keterangannya, laporan yang hendak dibuat di Polres Bogor Kabupaten disebut belum diterima.
Munculnya sejumlah laporan dari berbagai daerah dengan pola kejadian yang hampir sama memunculkan dugaan adanya modus yang terorganisir. Para pelaku diduga memanfaatkan media sosial sebagai sarana mencari target dengan menyamar sebagai pencari kerja rumah tangga.
Fenomena ini pun memicu kekhawatiran masyarakat. Media sosial yang awalnya menjadi tempat mencari pekerja kini diduga dimanfaatkan oknum tertentu untuk menjalankan aksi pencurian dengan menyasar rumah-rumah warga.
Selain dugaan aksi pencurian, sejumlah korban juga mulai menyoroti proses penanganan laporan yang dinilai lambat. Para korban berharap aparat penegak hukum dapat segera melakukan pendalaman dan mengusut kemungkinan adanya jaringan pelaku yang beroperasi lintas daerah.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat merekrut pekerja rumah tangga secara online. Verifikasi identitas, alamat tempat tinggal, hingga rekam jejak calon pekerja dinilai penting guna mencegah kejadian serupa kembali terulang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap sejumlah laporan yang telah masuk.












