BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Rimung Buloh: Di Mana Hati Nurani Pejabat Aceh? Rp 6,5 Miliar untuk Mobil Mewah, Rakyat Hidup Susah!

94
×

Rimung Buloh: Di Mana Hati Nurani Pejabat Aceh? Rp 6,5 Miliar untuk Mobil Mewah, Rakyat Hidup Susah!

Sebarkan artikel ini

BANDA ACEH ( DERAP KEADILAN.COM ) – Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Rimung Buloh, mengecam keras pembelian mobil dinas mewah oleh pejabat Pemerintah Aceh di Jakarta. Menurutnya, pembelian mobil Mercedes-Benz G-Class seharga Rp 6,5 miliar itu sangat tidak pantas, mengingat masih banyak masyarakat Aceh yang hidup dalam kemiskinan.

Di mana hati nurani para pejabat Aceh? Bagaimana bisa mereka dengan mudahnya menghamburkan uang rakyat untuk membeli mobil mewah, sementara banyak saudara kita di Aceh yang masih hidup susah?” ujar Rimung Buloh dengan nada tinggi.

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Ia menilai, tindakan para pejabat tersebut merupakan pengkhianatan terhadap cita-cita perjuangan GAM yang bertujuan untuk mensejahterakan seluruh masyarakat Aceh. “Dulu kita berjuang dengan darah dan air mata, tapi sekarang apa yang kita dapat? Para pejabat malah asyik bermewah-mewahan, sementara rakyat terus menderita,” tegasnya.

Baca Juga:  Kapolres Lhokseumawe Tekankan Akurasi Data R3P demi Hunian Layak Bagi Korban Banjir 

Rimung Buloh juga menyoroti ketidakadilan dalam pembangunan di Aceh. Menurutnya, pemerintah lebih fokus pada proyek-proyek mercusuar yang hanya menguntungkan segelintir orang, daripada meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil.

Baca Juga:  YARA Minta Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Aceh, Sumut & Sumbar.

Kami tidak butuh janji-janji manis. Kami butuh tindakan nyata. Hentikan pemborosan dan korupsi! Alihkan anggaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di Aceh,” serunya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Aceh terkait pernyataan Rimung Buloh tersebut. Namun, kritikan keras ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi para pejabat agar lebih peduli terhadap nasib rakyat Aceh yang masih banyak hidup dalam kesulitan.

>>>>>>{ Kaperwil }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *