BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Puluhan Titik di Aceh dan Sumatera Terhimpit Bencana: Rimung Buloh Mencak Kritik Keras, Rumah Hancur Tak Tersentuh, Pemerintah Hanya Penuh Proyek Pribadi

10
×

Puluhan Titik di Aceh dan Sumatera Terhimpit Bencana: Rimung Buloh Mencak Kritik Keras, Rumah Hancur Tak Tersentuh, Pemerintah Hanya Penuh Proyek Pribadi

Sebarkan artikel ini

Aceh & Sumatera ( Derapkeadilan.com ) – Bencana alam melanda dengan dahsyat! Tak kurang dari puluhan titik di seluruh wilayah Aceh dan Sumatera diluluhlantakkan hujan badai yang tak henti, banjir yang menenggelamkan segalanya, serta tanah longsor yang memutus jalan putus asa. Rumah hancur terendam, ladang musnah, kehidupan lumpuh total, rakyat menderita tanpa daya. Yang paling menyakitkan: rumah-rumah yang hancur itu sampai hari ini belum tersentuh sama sekali! Banyak jembatan rusak pun terbengkalai.

Di tengah penderitaan yang mencekam ini, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh, meledak dalam kemarahan. Ia menampar keras realita yang pahit:

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Lihatlah kenyataan yang memilukan ini! Mengapa saat kebakaran hutan di Kalimantan mereka menerima bantuan asing, tapi di sini saat banjir merajalela, ditolak dengan gengsi kosong? Yang hancur rumah rakyat, namun yang banyak justru proyek demi kepentingan pribadi! Hanya yang menguntungkan kantong sendiri yang digarap, sementara kami masih terperangkap dalam penderitaan yang tak berkesudahan!” bentaknya dengan suara menggelegar.

Ia menuding tajam ke arah kebijakan pusat: “Kita saksikan sendiri, Presiden Prabowo seolah sibuk berputar hanya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), padahal rakyat di sini butuh tempat berteduh dan jalan yang bisa dilalui! Rumah hancur tak disentuh, jembatan putus dibiarkan, tapi proyek yang menguntungkan segelintir orang terus bergulir lancar!”

Baca Juga:  Polantas Menyapa, Satpas Polres Karanganyar Edukasi Masyarakat Tatacara Pengajuan SIM

Pemerintah ini penuh kepalsuan! Hanya pandai bicara manis, tapi kosong melompong! Di sana pintu dibuka lebar-lebar demi kepentingan tertentu, di sini kita dikorbankan demi gengsi yang tak berdasar, membiarkan kita tenggelam dan berjuang sendirian tanpa belas kasihan!” lanjutnya penuh emosi.

Rimung Buloh mengingatkan agar tidak lagi percaya janji manis: “Jangan berharap pada mereka! Jangan terpaku pada janji palsu dan program yang hanya pamer di permukaan! Bantuan dan perbaikan mereka selalu terlambat atau bahkan tak ada sama sekali. Kita masih ingat jelas bagaimana janji tahun silam berakhir sia-sia, sementara proyek yang menguntungkan pribadi terus bertambah!”

Ia menegaskan agar rakyat bangkit dan membuka mata: “Jangan menunggu belas kasihan yang tak kunjung tiba! Kita harus mengandalkan kekuatan sendiri dan persaudaraan! Kitalah yang merasakan perihnya hidup di puing-puing rumah hancur dan jembatan putus, bukan mereka yang sibuk dengan urusan pribadi dan program yang tak menyentuh luka kita! Jangan diam, jangan lengah, karena pemerintah tak lagi bisa diandalkan saat nyawa dan tempat tinggal terancam!”

Pernyataan tegas ini menjadi seruan peringatan keras di tengah reruntuhan: bangkitlah, bersatulah, dan jangan pernah menggantungkan nasib pada janji atau proyek yang hanya menguntungkan segelintir orang, karena kewajiban menjaga nyawa dan hidup layak ada di tangan kita sendiri.

Penulis: Zuraina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250