Bapas Pati – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pati menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) bersama sejumlah mitra di Aula Bapas Pati, Senin (14/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan pembimbingan serta proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.
FGD dihadiri berbagai unsur mitra yang memiliki peran dalam mendukung keberhasilan pembimbingan Klien Pemasyarakatan. Di antaranya Sentra Margo Laras, Dinas Sosial Kabupaten Pati, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemades) Kabupaten Pati, Balai Latihan Kerja (BLK), Kementerian Agama (Kemenag), Polsek dan Bhabinkamtibmas, Koramil dan Babinsa, pihak kecamatan, pemerintah desa, Baznas, Women Crisis Center (WCC), Bramasti, tokoh masyarakat, serta takmir masjid.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan doa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Bapas Pati, Ari Adi Kurniawan.
Dalam sambutannya, Ari menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan seluruh mitra dalam memberikan layanan bimbingan yang optimal bagi Klien Pemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan proses reintegrasi sosial membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, sehingga koordinasi dan keterlibatan para pemangku kepentingan menjadi hal yang penting.
Selanjutnya, Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan, Ceno Hersusetiokartiko, memberikan arahan sekaligus penguatan mengenai pentingnya pelaksanaan layanan bimbingan integrasi. Ia juga menekankan peran seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan agar dapat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat secara positif.
Memasuki agenda inti, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama. Dalam suasana komunikatif dan kolaboratif, para peserta bertukar informasi, pengalaman, serta gagasan mengenai pelaksanaan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi.
Diskusi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antar instansi dan mitra, sekaligus menyamakan langkah dalam memberikan dukungan yang dibutuhkan Klien Pemasyarakatan.
Berbagai unsur yang hadir diharapkan dapat mengambil peran sesuai tugas dan kapasitas masing-masing dalam mendukung proses pembimbingan dan reintegrasi sosial.
Melalui FGD Kelayan Binter, Bapas Pati terus mendorong terbangunnya sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga sosial, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan dukungan yang lebih komprehensif bagi Klien Pemasyarakatan, sehingga mereka dapat beradaptasi kembali di lingkungan masyarakat, menjalani kehidupan secara mandiri, serta berperan secara positif dan produktif.
Kegiatan FGD ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas layanan bimbingan integrasi. Bapas Pati menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan Pemasyarakatan yang semakin optimal dengan mengedepankan sinergi dan kolaborasi bersama seluruh mitra.























