BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Pemerhati Sosial: Lambannya Penanganan Pascabanjir, Warga Aceh Timur Khawatir Kriminalitas Meningkat

11
×

Pemerhati Sosial: Lambannya Penanganan Pascabanjir, Warga Aceh Timur Khawatir Kriminalitas Meningkat

Sebarkan artikel ini

Aceh Timur ( DETIK POST.ID ) – Pemerhati sosial Aceh Timur, Hendrika Saputra, A.Md, menyoroti lambannya penanganan pascabanjir yang hingga kini telah berlangsung hampir tiga bulan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu meningkatnya tindak kriminal di tengah masyarakat akibat tekanan ekonomi yang semakin berat.

 

 

Menurut Hendrika, keterlambatan perbaikan rumah warga, minimnya lapangan pekerjaan, serta belum adanya pemulihan ekonomi yang nyata membuat masyarakat terdampak banjir berada dalam kondisi terjepit. Situasi ini semakin mengkhawatirkan menjelang bulan suci Ramadan.

 

 

Jika penanganan ini terus berlarut, dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan sosial baru, termasuk meningkatnya tindakan kriminal. Masyarakat saat ini bukan hanya terdampak bencana, tapi juga terhimpit secara ekonomi,” ujar Hendrika, Sabtu (7/2/2026).

 

 

Ia menegaskan, hingga kini masih banyak warga Aceh Timur yang mengaku belum mendapatkan penanganan yang layak, baik dalam bentuk perbaikan rumah maupun bantuan pemulihan ekonomi. Kondisi tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  DIDUGA KEPALA DESA KRUNG BAROE BLANG MEE SOK KEBAL HUKUM: BLT DIPOTONG, PEMBANGUNAN TIDAK ADA, POSYANDU TUTUP MASYARAKAT SERU INSPEKTORAT AUDIT 2024-2025

 

 

Salah seorang warga Aceh Timur, Berinisial R juga menyampaikan kekhawatirannya. Menurutnya, masyarakat saat ini berada dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit.
“Sudah hampir tiga bulan kami terdampak banjir, tapi penanganannya sangat lambat. Rumah belum diperbaiki, lapangan kerja minim, ekonomi makin terhimpit. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, kami khawatir akan muncul hal-hal negatif di tengah masyarakat,” ungkap Ridwan.
Ia menambahkan, masyarakat sebenarnya masih berusaha bersabar, namun kebutuhan hidup yang semakin mendesak membuat tekanan ekonomi dan psikologis warga kian berat, terlebih menjelang Ramadan.

 

 

Kami meminta kepada Pemerintah Pusat ,BNPB, Pemerintah Aceh Timur, dan Pemerintah Aceh agar segera mempercepat perbaikan rumah warga serta menciptakan lapangan pekerjaan. Jangan sampai masyarakat yang sudah tertimpa bencana kembali terjerumus dalam kesulitan yang lebih parah,” tegasnya.

Baca Juga:  Kapolres Lhokseumawe Serahkan Kursi Roda kepada Siswi Yatim Penyandang Disabilitas di Muara Batu

 

 

Selain perbaikan fisik, masyarakat juga mendesak pemerintah untuk segera melakukan pemulihan ekonomi melalui penambahan modal usaha bagi warga terdampak banjir. Tanpa dukungan tersebut, warga menilai sulit untuk kembali bangkit secara ekonomi.
“Uang sudah tidak ada, usaha mati, pekerjaan tidak tersedia. Kami sangat berharap pemerintah benar-benar hadir dengan solusi nyata, bukan sekadar janji,” tutup R.

 

 

Masyarakat berharap langkah cepat dan konkret dari pemerintah dapat segera dilakukan guna mencegah munculnya persoalan sosial yang lebih luas serta mengembalikan stabilitas ekonomi warga pascabanjir di Aceh Timur dan Aceh.

 

Penulis>>{ Rimung }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *