BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

PEMBORONG DIDUGA AJI MENGHINDARI WARTAWAN DAN BLOKIR NOMOR KONTAK, KONSTRUKSI LANTAI HUNTARA DI ALEU KRAK KAYEE TIDAK LAYAK PAKAI

39
×

PEMBORONG DIDUGA AJI MENGHINDARI WARTAWAN DAN BLOKIR NOMOR KONTAK, KONSTRUKSI LANTAI HUNTARA DI ALEU KRAK KAYEE TIDAK LAYAK PAKAI

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

ACEH UTARA.( DERAP KEADILAN.COM ) Seorang pemborong yang diduga bernama Aji diduga menghindar dari kontak dengan wartawan setelah muncul dugaan bahwa konstruksi lantai rumah tahan banjir (huntara) di Desa Aleu Krak Kayee, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, tidak memenuhi standar kualitas.

 

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Dikabarkan bahwa seluruh lantai yang dibangun memiliki ketebalan sangat tipis, sudah mengalami kerusakan di berbagai bagian, dan di dalamnya sudah tumbuh rumput.

Oplus_131072

 

Wartawan dari DERAP KEADILAN.COM, Rimung Buloh, mencoba menghubungi pihak pemborong melalui nomor WhatsApp +62 821-2401-****. Namun, upaya tersebut tidak mendapatkan respon. Bahkan, nomor kontak wartawan kemudian diblokir oleh pihak pemborong, diduga untuk menghindari pertanyaan terkait kondisi proyek tersebut.

 

Oplus_131072

Jika proyek huntara ini menggunakan dana publik, sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, pihak pemborong dan pengelola proyek wajib memberikan transparansi tentang kondisi konstruksi dan penggunaan dana. Keterbukaan ini menjadi hak masyarakat agar mereka bisa memastikan dana tersebut digunakan secara transparan dan hasil konstruksi aman, layak huni, serta sesuai standar.

Baca Juga:  Pantau Malam Takbir, Kapolres Pimpin Patroli Sinergitas
Oplus_131072

 

Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak pemborong maupun dari pemerintah dan kecamatan terkait dugaan kerusakan dan ketidaklayakan konstruksi tersebut. Tim DERAP KEADILAN.COM akan terus mengikuti perkembangan kasus ini.

Oplus_131072

 

Selain itu, awak media mendapatkan konfirmasi dari PLT Kepala Desa Aleu Krak Kayee, Adi, yang menyatakan bahwa kondisi lapangan tanah tempat huntara sangat memprihatinkan. Menurut Adi, tanah di lokasi itu sangat rendah, sehingga jika turun hujan sebentar saja, air langsung masuk ke dalam. Ia juga menambahkan bahwa konstruksi cor lantai sangat tipis, sudah mengelupas, rusak, dan seluruh bagian di dalamnya sudah tumbuh rumput, sehingga tidak layak diterima masyarakat.

 

Oplus_131072

Masyarakat dan awak media mendesak Bupati Aceh Utara serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera memanggil pemborong dan mencabut kontraknya bila terbukti tidak bertanggung jawab. Mereka menginginkan agar proyek huntara dialihkan ke kontraktor yang lebih profesional. Jika Bupati dan BNPB enggan mengambil langkah tersebut, dikhawatirkan ada kerja sama yang tidak transparan.

 

Penulis>{ Sari }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *