ACEH UTARA ( DERAP KEADILAN.COM ) – Mutia Sari Sebagai Jurnalis derap keadilan.com Tak tahan lagi melihat Aceh mengangkat suara terkait kondisi banjir yang melanda Aceh yang belum ditetapkan sebagai bencana nasional. Dampak musibah sangat parah, dengan semua rumah di daerah terdampak hancur total, membuat sebagian masyarakat Aceh menyampaikan rasa kedukaan dan kemarahan yang mendalam, bahkan menyuarakan panggilan “Aceh Merdeka”.
Dalam keterangan yang disampaikan, salah satu perempuan dari Aceh bernama Mutia sari menyatakan rasa tidak puas kepada pemerintah pusat, menyebutkan seolah-olah tidak ada perhatian terhadap penderitaan masyarakat. Ia juga mengungkapkan keinginan lama untuk hidup mandiri dan merasa Aceh terus dijajah.
Kalau memang Aceh tidak ditutapkan sebagai bencana nasional lebih baik lepaskan Aceh biar kami hidup mandiri. Kami tidak mau lagi hidup dengan Indonesia, selalu merasa dijajah – kita butuh Aceh Merdeka! Semua rumah kita sudah hancur, tapi tidak ada perhatian yang cukup,” ujarnya.
Ia juga menuding bahwa masuknya bantuan asing untuk membantu korban musibah tidak diizinkan, yang dianggapnya sebagai bukti penjajahan.
Namun perlu dikemukakan bahwa hingga saat ini tidak ada data resmi mengenai korban jiwa dalam jumlah hampir Ribuan akibat banjir di Aceh. Penetapan bencana nasional memiliki kriteria dan proses tertentu, sedangkan Bantuan luwar negeri tidak dibolehkan masuk ke aceh kalau memang masuk di kenakan bayar cukai, itu kalau kami kira udah jadi penjajahan dirinya tidak mampu tapih orang asing dihalang ;
Sebagai informasi, Aceh memiliki otonomi khusus yang diatur dalam peraturan perundang-undangan sebagai bentuk pengakuan terhadap keunikan daerah, kami tetap hidup tanpa indonesia, kami ingin mardeka bukan ingin di jajah oleh indonesia,
LEPASKAN ACEH KAMI MAU ACEH MARDEKA, AMIN YA ALLAH TETAP MARDEKA.
penulis>>{ RIMUNG }












