BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Masyarakat dan Eks Kombatan GAM Turun ke Jalan di Darul Aman, Desak Bencana Nasional dan Bantuan Internasional, Ancaman Boikot Pemilu Menggema

27
×

Masyarakat dan Eks Kombatan GAM Turun ke Jalan di Darul Aman, Desak Bencana Nasional dan Bantuan Internasional, Ancaman Boikot Pemilu Menggema

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Aceh Timur ( DERAP KEADILAN.COM ) – Ratusan massa yang terdiri dari masyarakat dan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) kembali turun ke jalan. Mereka menggelar aksi damai di Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (19/12/2025), sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap sikap Pemerintah Indonesia yang dinilai lamban dan abai dalam menangani bencana banjir hidrometeorologi yang melanda Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.

 

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Aksi dimulai dari Masjid Gampong Matang Piuneng usai Salat Jumat. Massa kemudian bergerak menuju Keude Idi Cut hingga Jembatan Idi Cut, Darul Aman. Sepanjang aksi, massa membawa spanduk tuntutan dan meneriakkan kecaman keras terhadap pemerintah pusat.

 

Dalam orasinya, Tgk Nazar, salah seorang perwakilan massa, menegaskan bahwa pemerintah wajib menetapkan status bencana nasional atas banjir besar yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

 

Ini bukan bencana kecil. Ini bencana besar yang melumpuhkan kehidupan rakyat. Sedikitnya 18 kabupaten/kota terdampak, ribuan rumah hancur, masyarakat kehilangan segalanya. Tapi negara seolah menutup mata,” tegas Tgk Nazar kepada media.

 

Selain penetapan status bencana nasional, massa juga mendesak pemerintah pusat segera membuka izin bantuan luar negeri, baik dari negara sahabat maupun lembaga internasional. Menurut mereka, kemampuan pemerintah daerah dan nasional saat ini dinilai tidak cukup untuk menanggung beban penderitaan rakyat.

 

Kami tidak butuh janji. Kami butuh tindakan nyata. Jika pemerintah tidak mampu, jangan gengsi. Buka pintu bantuan internasional,” lanjutnya dengan nada keras.

Baca Juga:  Momen Kapolri Interaksi-Serap Aspirasi Ojol di Kedai Ado Presisi

 

Tgk Nazar juga mengungkapkan bahwa aksi serupa telah lebih dulu dilakukan di Kecamatan Madat dan Julok. Aksi di Darul Aman disebut sebagai lanjutan gelombang perlawanan moral rakyat terhadap ketidakseriusan negara dalam menangani bencana kemanusiaan.

 

Sementara itu, Razali Maop alias Nyak Li, eks kombatan GAM Aceh Timur, menegaskan bahwa aksi berlangsung damai, namun sarat pesan politik. Ia mengakui adanya pengibaran bendera GAM dan bendera PBB di sekitar Jembatan Idi Cut sebagai simbol kekecewaan dan seruan internasional atas penderitaan rakyat Aceh.

 

Dalam orasi yang paling menyita perhatian, seorang orator bernama Darwin melontarkan pernyataan keras yang mengguncang panggung politik. Ia secara terbuka mempertanyakan sikap DPR RI, DPRA, dan DPRK yang dinilai bungkam dan tidak menyuarakan penderitaan rakyat.

 

Di mana wakil rakyat? Ke mana DPR RI, DPRA, DPRK? Saat rakyat tenggelam, mereka diam! Jika ini terus dibiarkan, kami siap memboikot pemilu, memboikot seluruh partai politik di Aceh,” teriak Darwin lantang di hadapan massa.

 

Darwin juga meminta masyarakat untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan aksi ini, sebagai bentuk tekanan publik dan perlawanan terhadap ketidakadilan serta pengabaian negara di tengah bencana.

 

Aksi ditutup dengan seruan solidaritas dan peringatan keras kepada pemerintah pusat: jika negara terus lalai, gelombang aksi akan meluas.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah pusat maupun perwakilan legislatif terkait tuntutan massa tersebut.;

 

penulis>>{ RIMUNG }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *