SRAGEN, JATENG – Pergantian tongkat komando di Polres Sragen memasuki babak baru. Di bawah kepemimpinan Kapolres Sragen yang baru, AKBP Heru Antariksa Cahya, semangat yang dikedepankan bukan sekadar menjalankan program kepolisian, tetapi memastikan setiap program benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Konsep polisi bersama masyarakat menjadi salah satu arah yang ditekankan AKBP Heru dalam menjalankan tugasnya di Kabupaten Sragen.
Menurutnya, kepolisian bersama masyarakat harus terus bergerak melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Setiap laporan, persoalan maupun tanggung jawab yang menjadi bagian dari tugas kepolisian harus mendapatkan respons secara cepat dan tepat.
“Intinya, pimpinan Polres Sragen ingin memastikan bahwa seluruh program kepolisian benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Sragen,” kata AKBP Heru.
Ia menegaskan, polisi tidak dapat bekerja sendiri. Berbagai program kepolisian akan lebih efektif ketika diimplementasikan bersama masyarakat melalui kehadiran anggota di tengah-tengah warga.
“Polisi bersama masyarakat tentunya akan terus mengimplementasikan program-program tersebut melalui kegiatan-kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Setiap laporan, persoalan maupun tanggung jawab yang harus kita berikan kepada masyarakat, akan segera kita sesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab kita,” ujarnya.
Semangat tersebut sekaligus menjadi pijakan AKBP Heru dalam menghadapi berbagai pekerjaan rumah (PR) yang masih membutuhkan penanganan di Kabupaten Sragen.
Sejumlah persoalan, khususnya yang berkaitan dengan lalu lintas serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), akan terus ditindaklanjuti melalui langkah-langkah pelayanan dan penanganan secara berkelanjutan.
Bagi AKBP Heru, keberadaan polisi harus benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga melalui pelayanan, respons terhadap laporan dan kehadiran anggota dalam berbagai persoalan sosial yang membutuhkan peran kepolisian.
“Untuk PR yang ada, baik terkait lalu lintas maupun kamtibmas, tentunya akan terus kita lakukan langkah-langkah penanganan dan pelayanan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan pendekatan tersebut, Polres Sragen berupaya membangun pola pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Setiap persoalan yang menjadi tanggung jawab kepolisian diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sesuai tugas dan kewenangan.
Sebelum tongkat komando berpindah, berbagai perkembangan terkait persoalan yang masih menjadi PR di Kabupaten Sragen juga telah disampaikan kepada pimpinan baru.
Kapolres Sragen sebelumnya, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menyampaikan bahwa sejumlah informasi dan perkembangan terkait persoalan tersebut telah diteruskan kepada pimpinan.
“Insyaallah, dalam waktu dekat, di bawah kepemimpinan Kapolres Sragen AKBP Heru Antariksa Cahya, persoalan-persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dan diselesaikan dengan baik,” ujar AKBP Dewiana.
Salah satu persoalan yang masih berproses adalah konflik agraria.
Persoalan tersebut hingga kini masih dalam proses sembari menunggu keputusan dari kementerian terkait.
Penanganannya terus dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait agar dapat memperoleh kepastian penyelesaian.
Bahkan, Ketua ATR/BPN Kabupaten Sragen, dalam hal ini Bupati Sragen, telah menyampaikan surat kepada kementerian terkait untuk memohon kepastian penyelesaian persoalan tersebut.
Persoalan yang merupakan turunan dari permasalahan sejak tahun 2000 itu diharapkan segera memperoleh kepastian, sehingga tidak menjadi pekerjaan rumah bagi pimpinan ke depan.
Kepemimpinan baru AKBP Heru juga melanjutkan perjalanan institusi yang sebelumnya telah menorehkan sejumlah prestasi.
AKBP Dewiana menyebut, jajaran Polres Sragen berhasil meraih berbagai penghargaan di sejumlah bidang, mulai dari pengungkapan kasus kriminal melalui identifikasi sidik jari, fungsi pembinaan dan kesehatan, pengelolaan keuangan, perencanaan hingga bidang operasional.
Salah satu prestasi menonjol diraih personel Unit Identifikasi (Inafis) yang memperoleh penghargaan dari Kabareskrim Polri atas keberhasilan mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor melalui identifikasi sidik jari.
Prestasi juga ditorehkan fungsi pembinaan, termasuk Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes).
Di bidang keuangan, Polres Sragen tercatat empat kali meraih predikat terbaik.
Sementara di bidang operasional, Satuan Lalu Lintas Polres Sragen berhasil meraih predikat juara umum tingkat Polda dalam Operasi Ketupat. Prestasi serupa kembali ditorehkan dalam pelaksanaan Operasi Lilin.
Bagian Perencanaan Polres Sragen juga turut memperoleh penghargaan atas capaian kinerjanya.
Deretan prestasi tersebut menjadi bagian dari catatan perjalanan Polres Sragen sekaligus menunjukkan capaian personel dan satuan fungsi dalam menjalankan tugas, baik di bidang operasional maupun pembinaan.
Kini, di bawah kepemimpinan AKBP Heru Antariksa Cahya, capaian tersebut berjalan beriringan dengan sejumlah pekerjaan rumah yang harus ditindaklanjuti.
Semangat polisi bersama masyarakat menjadi benang merah dalam kepemimpinan baru tersebut. Program kepolisian tidak berhenti pada kegiatan atau agenda institusi, tetapi diarahkan agar manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat.
Mulai dari pelayanan lalu lintas, pemeliharaan kamtibmas, respons terhadap laporan warga, hingga penanganan persoalan yang membutuhkan koordinasi lintas instansi, seluruhnya menjadi bagian dari upaya menghadirkan polisi di tengah masyarakat.
Dengan demikian, pergantian kepemimpinan di Polres Sragen bukan hanya menjadi momentum estafet jabatan, tetapi juga menjadi awal penguatan pelayanan yang semakin dekat dengan warga.
























