BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Jadikan Lapas Produktif, Lapas Kelas IIB Pati Gelar Pembukaan Pelatihan Pembuatan Tempe Keripik Dan Keripik Pisang

43
×

Jadikan Lapas Produktif, Lapas Kelas IIB Pati Gelar Pembukaan Pelatihan Pembuatan Tempe Keripik Dan Keripik Pisang

Sebarkan artikel ini

Pati, Jateng – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati menggelar kegiatan pembukaan pelatihan pembuatan tempe, tempe keripik, dan keripik pisang bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan untuk membekali WBP dengan keterampilan produktif dan bernilai ekonomi. Pelatihan dilaksanakan di aula kegiatan kerja Lapas Pati dan menghadirkan instruktur dari Omah Sari Agung sebagai mitra pelaksana (04/11).

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Kelas IIB Pati Bapak Suprihadi, didampingi oleh jajaran pejabat struktural serta staf Seksi Kegiatan Kerja. Dalam sambutannya, Kalapas menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan WBP agar mampu mandiri dan berdaya saing setelah bebas nanti.

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali WBP dengan keterampilan praktis yang bisa diterapkan di masyarakat. Pembuatan tempe dan olahan keripik merupakan usaha sederhana namun bernilai ekonomi tinggi, yang dapat menjadi peluang usaha baru setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Tak Ada Undangan, Tak Ada Pemberitahuan Wabup Aceh Timur Kembali ‘Hilang’ dari Agenda Resmi

Pelatihan yang diberikan oleh Omah Sari Agung meliputi teori dan praktik langsung, mulai dari proses pembuatan tempe, pengolahan tempe menjadi keripik, hingga teknik menghasilkan keripik pisang yang renyah, higienis, dan tahan lama. Kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan karakter bagi WBP agar lebih disiplin, bekerja sama, dan memiliki semangat berwirausaha.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Pati berharap dapat mencetak WBP yang produktif, kreatif, dan siap berintegrasi kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang bermanfaat. Pelatihan ini sekaligus menegaskan komitmen Lapas Pati dalam mendukung program pembinaan kemandirian berbasis ekonomi kreatif, serta memperkuat sinergi dengan mitra eksternal dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang positif dan berkelanjutan. (Khnza Haryati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *