Aceh ( DERAP KEADILAN.COM )– Mengangkat keprihatinan terhadap kondisi korban banjir yang semakin memprihatinkan di berbagai wilayah Aceh dan Sumatra, Gerakan Rakyat Pasee Bersatu menggelar aksi massa bertajuk “Seruan Turun ke Jalan” pada hari Kamis, 25 Desember 2025. Aksi yang diinisiasi oleh gerakan masyarakat ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam mendesak pemerintah mengambil langkah tegas menyikapi bencana yang telah mengganggu kehidupan ribuan warga.
Dalam rilis yang disebarkan kepada awak media, panitia penyelenggara menjelaskan bahwa seruan untuk turun ke jalan bukan tanpa alasan. Sejak beberapa waktu terakhir, berbagai daerah di Aceh dan Sumatra telah dilanda banjir skala besar yang mengakibatkan banyak rumah tinggal terendam, fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit tidak dapat beroperasi dengan baik, serta aktivitas ekonomi masyarakat lokal terhenti total. Banyak keluarga terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara, dengan ketersediaan makanan, air bersih, dan obat-obatan yang semakin terbatas.
Kita tidak bisa lagi tinggal diam melihat saudara-saudara kita menderita. Bencana banjir yang terjadi bukan hanya masalah lokal, melainkan masalah nasional yang membutuhkan perhatian dan tanggapan serius dari pusat,” ujar Mahmudin Ah (Din Pang), Koordinator Aksi I Gerakan Rakyat Pasee Bersatu, dalam keterangannya.
Ia menambahkan, tujuan utama dari aksi ini adalah untuk mendesak Pemerintah Republik Indonesia segera menetapkan status bencana nasional bagi wilayah Aceh-Sumatra. Dengan status tersebut, diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi dan cepat, termasuk pembukaan akses bantuan internasional yang sangat dibutuhkan untuk membantu pemulihan kondisi korban.
Kita mengajak seluruh masyarakat, mulai dari OKP, LSM, Ormas, santri, mahasiswa, hingga pemuda untuk bergabung dalam aksi ini. Peserta akan membawa bendera putih sebagai simbol dari panggilan bantuan dan harapan akan perubahan yang lebih baik bagi korban banjir,” jelas Muhammad Chalis, Koordinator Aksi II.
Aksi akan dimulai dengan kumpul bersama di depan Pintu Poin A Nibong pada pukul 13.00 WIB, yang kemudian akan dilanjutkan dengan aksi damai menyebarkan informasi dan aspirasi kepada publik serta pihak berwenang. Panitia menyatakan bahwa seluruh rangkaian aktivitas akan dilakukan dengan tetap menjaga ketertiban dan keselamatan semua peserta.
Gerakan Rakyat Pasee Bersatu menyematkan kalimat dalam bahasa Aceh yang berbunyi, “Bansa Aceh Meutaloe Wareh, Gaseh Meugaseh Bila Meu Bila, Jak Ta Beudoh, Ta Meusaboh, Sapeu Kheun Sapeu Pakat Sang Seuneusab Meu Adoe -A”. Kalimat tersebut mengandung makna tentang pentingnya persatuan dan gotong royong di antara masyarakat dalam menghadapi kesulitan, yang menjadi landasan utama dalam menyelenggarakan aksi ini.
Sebelumnya, beberapa organisasi masyarakat lainnya di Aceh dan Sumatra juga telah mengeluarkan pernyataan mendukung aksi yang akan digelar tersebut, menyatakan bahwa kondisi banjir yang terjadi membutuhkan tanggapan yang komprehensif dan tidak lagi dapat ditunda-tunda.;
penulis>>{ rimung }















