ACEH TENGAH ( DerapKeadilan.com ) — Ketua Gerakan Pemuda ALA (GERPA), Gilang Ken Tawar, memberikan klarifikasi terkait beredarnya sebuah konten di media sosial TikTok yang menggunakan foto dirinya bersama sejumlah rekan dalam sebuah kegiatan/orasi, namun foto tersebut ditempatkan dalam narasi yang menyatakan “KAMI TOLAK PROVINSI ALA.”
Gilang menegaskan bahwa penggunaan foto tersebut telah menimbulkan kesan seolah-olah dirinya merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang menolak perjuangan pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA).
Menurut Gilang, narasi tersebut tidak sesuai dengan sikap dan posisi dirinya. Ia justru merupakan Ketua GERPA yang selama ini menyatakan dukungan terhadap perjuangan pemekaran ALA.
Saya perlu meluruskan bahwa foto yang digunakan dalam konten tersebut adalah foto saya bersama rekan-rekan ketika sedang melakukan kegiatan/orasi. Saya tidak pernah menyatakan menolak Provinsi ALA,” tegas Gilang.
Ia menilai penggunaan foto seseorang harus memperhatikan konteks dan tidak boleh digunakan untuk membangun persepsi yang bertentangan dengan sikap orang yang berada di dalam foto tersebut.
Saya menghormati setiap orang yang memiliki pandangan berbeda. Silakan menyampaikan pendapat, termasuk jika ada yang menolak ALA. Tetapi jangan menggunakan foto saya kemudian memberikan narasi seolah-olah saya berada di pihak yang menolak ALA. Itu tidak benar,” ujarnya.
Atas beredarnya konten tersebut, Gilang mengaku telah memberikan teguran terbuka melalui kolom komentar akun yang mengunggah konten.
Dalam teguran tersebut, ia meminta pemilik akun untuk menghapus konten yang menggunakan fotonya dan memberikan klarifikasi secara terbuka.
Gilang memberikan waktu 1×24 jam kepada pemilik akun untuk melakukan penghapusan dan klarifikasi.
Saya sudah memberikan teguran secara terbuka. Saya meminta konten tersebut dihapus dan diberikan klarifikasi. Jika tidak diindahkan, tentu saya akan mempertimbangkan langkah lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.
Menurutnya, langkah tersebut bukan semata-mata persoalan pribadi, tetapi berkaitan dengan nama baik, reputasi, serta posisi organisasi yang dipimpinnya.
Sebagai Ketua GERPA, Gilang mengatakan dirinya memiliki tanggung jawab untuk memastikan tidak ada informasi yang menyesatkan masyarakat mengenai sikap organisasi maupun dirinya secara pribadi terhadap perjuangan ALA.
Perbedaan Pendapat Jangan Memutarbalikkan Identitas
Gilang juga mengingatkan agar perbedaan pandangan mengenai pemekaran ALA tetap disampaikan secara sehat dan bertanggung jawab.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mendukung maupun menolak sebuah gagasan dalam ruang demokrasi. Namun, kebebasan menyampaikan pendapat tidak semestinya dilakukan dengan menggunakan identitas, foto, atau dokumentasi seseorang untuk membangun persepsi yang tidak sesuai fakta.
Berbeda pendapat itu biasa. Yang tidak boleh adalah membuat masyarakat salah memahami siapa yang berbicara dan apa sikap sebenarnya. Saya tegaskan kembali, saya adalah Ketua GERPA dan saya berdiri dalam perjuangan ALA,” tutup Gilang.













