ACEH UTARA ( DerapKeadilan.com ) selasa 9 Juni 2026 – Pelayanan kesehatan yang tulus tercermin dari dedikasi tinggi yang ditunjukkan dr. Faisal, SpPD, KGH, FINASIM, dokter, Poliklinik ginjal dan hipertensi melayani berbagai penyakit yg berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal juga hipertensi serta terapi pengganti ginjal, di RSUD Cut Meutia, Kabupaten Aceh Utara.
Beliau bertugas di Poli Ginjal dan Hipertensi, yang melayani pasien dengan gangguan ginjal, hipertensi, serta pasien yang menjalani cuci darah (hemodialisa). Setiap hari Selasa, beliau selalu hadir di ruang poliklinik tepat pada waktunya. Selain disiplin, dr. Faisal dikenal luar biasa lembut dan ramah kepada setiap orang yang datang berobat. Ia melayani dengan sabar, mendengarkan keluhan dengan seksama, dan tidak membatasi waktu pemeriksaan — melayani sampai seluruh pasien selesai ditangani.
Menurut penuturan dr. Faisal, kedisiplinan yang ia pegang erat didasari rasa hormat dan kepedulian kepada masyarakat.
Saya sangat menghargai kedatangan pasien. Kadang mereka datang dari jauh, dari pelosok desa. Bahkan ada yang sudah menunggu sejak pukul 07.00 pagi. Makanya saya datang tepat waktu, demi peduli kepada masyarakat yang berobat ke poli. Saya tidak mau pasien menunggu berjam-jam, karena saya paham mereka butuh penanganan cepat mengingat kondisi tubuhnya yang sedang sakit,” ungkap dr. Faisal.
Apresiasi sekaligus harapan juga disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh. Ia menegaskan bahwa sikap dr. Faisal menjadi pembeda yang baik dan patut dijadikan contoh.
Jangan seperti beberapa dokter di poliklinik lain yang datang sesuka hatinya, tanpa memikirkan kondisi apa yang dialami pasien — mulai dari bayi, anak-anak, hingga yang sudah lanjut usia. Sikap seperti itu tentu sangat menyulitkan masyarakat yang sudah berusaha datang jauh-jauh untuk berobat,” tegas Rimung Buloh.
Ia menambahkan, pelayanan yang baik seperti yang ditunjukkan dr. Faisal seharusnya menjadi standar bagi seluruh tenaga medis.
Kedisiplinan dan kepedulian dr. Faisal terhadap pasien patut diacungi jempol. Beliau tidak hanya mementingkan waktu kerja, tetapi benar-benar memahami kesulitan masyarakat yang datang berobat, bahkan dari tempat yang sangat jauh. Semoga ini menjadi inspirasi bagi seluruh tenaga kesehatan di Aceh Utara agar senantiasa melayani dengan sepenuh hati,” lanjutnya.
Sikap dan komitmen ini mendapat apresiasi tinggi dari warga. Bagi mereka, terutama penderita gangguan ginjal, hipertensi, dan yang menjalani cuci darah, pelayanan seperti ini memberikan rasa nyaman dan tenang.
Dokter ini benar-benar amanah. Datang tepat waktu, sangat lembut, dan tidak pernah membatasi pemeriksaan sampai semua pasien selesai. Kami merasa sangat dihargai,” ujar salah seorang pasien.
Pengabdian dr. Faisal menjadi teladan yang patut ditiru. Semoga semangat melayani dengan hati seperti ini terus terjaga dan menginspirasi seluruh tenaga kesehatan lainnya.












