SEMARANG, 27 Oktober 2026 — Keberhasilan Muhammad Sabbardi meraih gelar doktor dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dan predikat Dengan Pujian di Universitas Negeri Semarang (UNNES) bukan sekadar pencapaian akademik. Di balik keberhasilan tersebut, akademisi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ini menawarkan inovasi pembelajaran yang berpotensi memperkuat pendidikan pencegahan kekerasan di perguruan tinggi melalui aplikasi buku ajar digital bernama BukuAjar.ID.
Sabbardi dinyatakan lulus dalam Ujian Promosi Doktor Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa, Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, Jumat (23/10/2026). Ujian tersebut turut menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., sebagai penguji eksternal.
Kehadiran Abdul Mu’ti dalam kapasitas akademiknya sebagai penguji menjadi bagian penting dari proses penilaian disertasi yang menghubungkan inovasi pendidikan bahasa, pendekatan Outcome-Based Education (OBE), teknologi digital, dan wawasan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK).
Disertasi Sabbardi berjudul “Pengembangan Buku Ajar Digital Bahasa Indonesia Berbasis Outcome-Based Education dan Berwawasan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi.”
Penelitian tersebut menawarkan gagasan bahwa upaya membangun kampus aman tidak cukup hanya melalui regulasi, sosialisasi, atau mekanisme penanganan kasus. Pencegahan kekerasan juga dapat diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam kegiatan pembelajaran yang diikuti mahasiswa.
Cegah Kekerasan dari Ruang Kelas
Selama ini, pendidikan pencegahan kekerasan di perguruan tinggi kerap dipandang sebagai kegiatan tersendiri melalui seminar, kampanye, atau sosialisasi. Melalui BukuAjar.ID, Sabbardi menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan wawasan pencegahan kekerasan ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai salah satu Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK).
Pendekatan tersebut memiliki potensi jangkauan luas karena mata kuliah Bahasa Indonesia dipelajari mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
Dalam BukuAjar.ID, mahasiswa tidak hanya mempelajari keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan menyusun karya ilmiah. Mereka juga diajak menganalisis persoalan nyata di lingkungan kampus, seperti perundungan, diskriminasi, pelecehan verbal, kekerasan seksual, dan pentingnya komunikasi akademik yang menghormati martabat manusia.
Aktivitas pembelajarannya meliputi analisis teks, kajian pemberitaan kekerasan seksual, identifikasi bahasa diskriminatif, penulisan argumentasi tentang budaya kampus aman, serta refleksi mengenai etika komunikasi akademik.
Melalui pembelajaran tersebut, penguasaan kompetensi bahasa dihubungkan dengan pengembangan kemampuan berpikir kritis, sikap inklusif, tanggung jawab sosial, dan kesadaran untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
Teruji pada 191 Mahasiswa, Hasil Belajar Meningkat
Inovasi BukuAjar.ID tidak hanya berhenti pada pengembangan produk digital. Sabbardi juga melakukan penelitian untuk menguji kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas penggunaannya dalam pembelajaran.
Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Dick and Carey, melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, validasi ahli, uji coba, revisi, dan evaluasi efektivitas.
Pengujian melibatkan 191 mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Unimus, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Islam Negeri Salatiga, dan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar mahasiswa meningkat dari 69,26 sebelum pembelajaran menjadi 82,01 setelah menggunakan BukuAjar.ID, atau naik sebesar 12,75 poin.
Analisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dengan nilai p kurang dari 0,001. Sementara itu, perhitungan N-Gain menghasilkan skor 0,392 yang berada dalam kategori sedang.
Dari aspek kelayakan, validasi materi Bahasa Indonesia, penerapan OBE, dan wawasan PPK memperoleh skor 84,80 persen.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan BukuAjar.ID dalam pengujian penelitian diikuti peningkatan capaian pembelajaran mahasiswa. Meskipun demikian, penelitian ini belum mengukur dampak langsung penggunaan aplikasi terhadap penurunan kejadian kekerasan di perguruan tinggi. Pengukuran dampak tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan.
BukuAjar.ID, Inovasi Digital yang Mengintegrasikan Kompetensi dan Nilai Kemanusiaan
BukuAjar.ID dikembangkan menggunakan teknologi Flutter dengan sejumlah fitur pembelajaran, seperti navigasi materi, pembalikan halaman digital (page flip), pembesaran tampilan (zoom), anotasi, catatan (memo), dan penanda halaman (bookmark).
Namun, nilai inovasinya tidak semata-mata terletak pada perubahan buku cetak menjadi aplikasi digital.
BukuAjar.ID mengintegrasikan empat unsur utama, yakni kompetensi Bahasa Indonesia, pendekatan OBE, wawasan PPK, dan teknologi pembelajaran digital dalam satu desain pembelajaran.
Dengan pendekatan OBE, materi, aktivitas, penugasan, dan asesmen diarahkan pada ketercapaian kompetensi mahasiswa yang terukur. Sementara itu, integrasi wawasan PPK memungkinkan nilai penghormatan terhadap martabat manusia menjadi bagian dari pengalaman belajar sehari-hari.
Inovasi tersebut menawarkan alternatif sumber belajar yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh perguruan tinggi untuk memperkuat pendidikan bahasa sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Mendapat Apresiasi Ketua PWM Jawa Tengah
Keberhasilan Sabbardi menyelesaikan studi doktor dengan IPK 4,00 juga mendapat apresiasi dari Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag.
Menurut Tafsir, menyelesaikan pendidikan doktoral di tengah aktivitas organisasi dan pengabdian masyarakat membutuhkan ketekunan, disiplin, serta komitmen yang kuat.
Ia memandang keberhasilan tersebut sebagai inspirasi bagi kalangan akademisi dan aktivis untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual tanpa meninggalkan tanggung jawab sosial.
“Ini menjadi bukti bahwa perjuangan di ruang pengabdian dan perjuangan di ruang akademik dapat berjalan beriringan,” ujar Tafsir.
Ia berharap capaian akademik tersebut dapat menjadi modal untuk memperluas kontribusi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dari Gelar Doktor Menuju Kontribusi bagi Pendidikan Indonesia
Dalam menyelesaikan disertasinya, Sabbardi mendapat bimbingan akademik dari Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum. sebagai promotor, Prof. Dr. Hari Bakti Mardikantoro, M.Hum. sebagai kopromotor I, dan Dr. Rahayu Pristiwati, S.Pd., M.Pd. sebagai kopromotor II.
Keberhasilan meraih gelar doktor menjadi tonggak akademik sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut BukuAjar.ID sebagai salah satu alternatif inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi.
Di tengah perkembangan teknologi pendidikan dan kebutuhan membangun lingkungan kampus yang aman, penelitian Sabbardi memperlihatkan peluang menghubungkan pencapaian kompetensi akademik dengan pendidikan nilai-nilai kemanusiaan.
Pendekatan ini juga menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan perlu diarahkan bukan hanya pada kemudahan akses terhadap materi, tetapi juga pada kualitas pengalaman belajar, penguatan literasi, dan pembentukan tanggung jawab sosial mahasiswa.
Gagasan tersebut sejalan dengan moto yang dikembangkan Sabbardi dalam perjalanan akademiknya:
“Bahasa adalah jalan menuju pengetahuan, kompetensi adalah hasil pembelajaran, kemanusiaan adalah tujuan pendidikan, dan teknologi memperluas kesempatan.”
Melalui BukuAjar.ID, inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi turut memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan tinggi Indonesia yang lebih bermutu, inklusif, berorientasi pada capaian pembelajaran, serta menjunjung tinggi martabat manusia.














