BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Darurat Lubang Maut di Darul Aman: Razali Nyakli Maop Sebut Nyaris Semua Desa Terdampak, Desak Penanganan Total

31
×

Darurat Lubang Maut di Darul Aman: Razali Nyakli Maop Sebut Nyaris Semua Desa Terdampak, Desak Penanganan Total

Sebarkan artikel ini

Aceh Timur ( DERAP KEADILAN.COM ) Aktivis HAM sekaligus pegiat media sosial, Razali alias Nyakli Maop, melancarkan kritik keras terhadap Pemerintah Aceh Timur dan dinas terkait mengenai kondisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Kecamatan Darul Aman. Ia menegaskan bahwa kerusakan parah akibat lubang maut bukan hanya terjadi di beberapa titik, melainkan telah merata dan hampir menjangkiti seluruh desa di kecamatan tersebut.

 

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Darul Aman Dijuluki Zona Merah Lubang Maut:
Nyakli Maop menjelaskan bahwa tiga desa yang disorot sebelumnya—Bagok Panah Sa, Dama Polou Sa, dan Beunoet—hanyalah contoh titik terparah. Namun, secara keseluruhan, hampir semua desa di Kecamatan Darul Aman yang dilintasi Jalinsum memiliki masalah lubang yang sama, yang setiap tahunnya kembali muncul meski sudah diperbaiki.

Baca Juga:  Polri Mutasi 702 Personel di Bulan Juni 2025, Termasuk Promosi Jabatan Strategis dan Kapolres Polwan

 

Ini bukan hanya masalah tiga desa, tapi hampir semua desa di Kecamatan Darul Aman punya lubang maut. Jalan ini sudah menjadi zona merah yang setiap tahunnya menelan korban jiwa. Kondisi ini membuktikan perbaikan yang dilakukan selama ini tidak pernah efektif atau bersifat permanen,” tegas Razali alias Nyakli Maop.

 

Ia menambahkan, kegagalan penanganan yang terus berulang ini tidak hanya merugikan pengguna jalan lintas Medan-Banda Aceh, tetapi juga memicu keresahan dan kemarahan masyarakat setempat.
Perbaikan Tambal Sulam Tidak Solutif

 

Dari pantauan Radar 007 Aceh, banyaknya lubang yang melebar dan dalam diperparah oleh guyuran hujan deras, yang menutupi lubang dan membuatnya tidak terlihat, terutama pada malam hari. Kondisi ini menjadi pemicu utama kecelakaan yang sering terjadi, bahkan menyebabkan kematian.
Oleh karena itu, Nyakli Maop meminta Pemerintah Provinsi dan instansi yang bertanggung jawab atas jalan nasional, seperti Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), untuk melakukan penanganan total dan komprehensif.

Baca Juga:  Satlantas Polres Karanganyar Optimalkan Layanan Pajak Lima Tahunan STNK, Proses Cek Fisik hingga Terbit Plat Didampingi

 

Kami mendesak agar segera ada tindakan total, bukan hanya perbaikan tambal sulam yang sia-sia dan kembali rusak di tahun berikutnya. Keselamatan warga dan pengguna jalan harus menjadi prioritas. Jika tidak bisa diperbaiki segera, pasang rambu bahaya di seluruh titik lubang agar tidak ada lagi nyawa yang melayang,” pungkasnya.

penulis>>{ RIMUNG }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *