BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Bendahara IWO Indonesia Desak Pemerintah dan Aparat Usut Kelangkaan Gas Elpiji Pascabanjir Aceh Timur

102
×

Bendahara IWO Indonesia Desak Pemerintah dan Aparat Usut Kelangkaan Gas Elpiji Pascabanjir Aceh Timur

Sebarkan artikel ini

Aceh Timur ( DERAP KEADILAN.COM ) — Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram pascabanjir di Aceh Timur menuai sorotan keras dari kalangan insan pers. Bendahara Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia, Rahmad, mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut.

 

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Rahmad mempertanyakan alasan kelangkaan gas elpiji di tengah kondisi masyarakat yang sedang dilanda bencana banjir. Menurutnya, dalam situasi darurat seperti sekarang, justru banyak warga yang tidak dapat beraktivitas normal, bahkan sebagian besar terdampak banjir dan tidak menggunakan gas sebagaimana biasanya.

 

Ini menjadi tanda tanya besar. Kenapa gas bisa langka, padahal masyarakat sedang dilanda banjir, banyak yang mengungsi, bahkan ada warga yang meninggal dunia. Namun gas justru sulit didapatkan dan harganya melonjak,” ujar Rahmad kepada media ini, Rabu (17/12/2025).

 

Ia menduga kuat adanya permainan oknum di tingkat pangkalan maupun distribusi, sehingga gas elpiji menjadi langka di pasaran. Untuk itu, Rahmad meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, dinas terkait, Pertamina, serta aparat penegak hukum dari Polda Aceh dan Polres Aceh Timur agar melakukan pengawasan ketat dan penindakan tegas.

Baca Juga:  Aktif dan Adaptif di Era Digital, Polda Jateng Raih Tiga Penghargaan Nasional

 

Hal senada juga disampaikan Ketua Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Aceh Timur, Hendrika Saputra A.Md. Ia menilai kelangkaan gas di tengah bencana merupakan persoalan serius yang menyengsarakan rakyat.

 

Kita melihat jelas di lapangan, masyarakat menjerit karena gas langka. Ini patut dicurigai, apakah ada permainan antara pangkalan gas dan pedagang nakal. Pemerintah dan aparat hukum harus segera bertindak,” tegas Hendrika.

 

Ia juga meminta Pertamina bertanggung jawab penuh atas distribusi gas elpiji 3 kilogram di Aceh Timur dan memastikan tidak ada penyelewengan di tengah kondisi darurat banjir.

 

Para wartawan berharap pemerintah tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya gas elpiji, dapat terpenuhi secara adil dan merata selama masa tanggap darurat bencana.

 

penulis>>{ RIMUNG }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *