BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Keude Geudong Jadi “Kota Hantu”, Ketua DPD APPI Desak Keras Kapolres Lhokseumawe Usut Tuntas Proyek PT Bina Usaha

4
×

Keude Geudong Jadi “Kota Hantu”, Ketua DPD APPI Desak Keras Kapolres Lhokseumawe Usut Tuntas Proyek PT Bina Usaha

Sebarkan artikel ini

Aceh Utara, ( DerapKeadilan.com ) 17 Mei 2026 – Kondisi Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, sungguh memprihatinkan dan memicu kemarahan masyarakat. Kawasan yang dulunya menjadi nadi ekonomi dan pusat perdagangan yang sangat ramai, kini berubah total menjadi bagaikan “kota hantu”—sepi, kumuh, tidak terawat, dan mati total—akibat proyek PT Bina Usaha milik Pemkab Aceh Utara yang mangkrak dan terbengkalai bertahun-tahun tanpa tanggung jawab.

Proyek ini dimulai dengan penggusuran paksa pedagang kaki lima di kawasan pasar sekitar lima tahun lalu dengan janji manis akan dibangun pusat ekonomi yang lebih baik. Namun nyatanya hingga saat ini, bangunan terbengkalai begitu saja, janji dibohongi, dan mata pencaharian ribuan warga hancur lebur tanpa ada yang bertanggung jawab.

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh, angkat bicara dengan nada sangat keras dan tegas. Ia menilai kelalaian ini bukan hal biasa, melainkan merugikan rakyat secara masif dan mencurigakan adanya permainan tersembunyi.

Baca Juga:  11 Ruko ludes habis Terbakar Di Peunaron

Secara spesial dan lantang, Rimung Buloh menuntut Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. untuk tidak main-main!

Kami desak Pak Kapolres untuk segera memanggil, memeriksa, dan memproses secara hukum pihak-pihak yang bertanggung jawab di PT Bina Usaha maupun oknum yang terlibat! Jangan biarkan kasus ini dibiarkan menguap begitu saja!” seru Rimung Buloh dengan nada tinggi.

Baca Juga:  IWO Indonesia  Aceh Timur Desak Pemerintah Bangun Hunian Sementara dan Rumah Permanen untuk Korban Banjir Bandang Aceh Timur

Ia menegaskan: “Dulu Keude Geudong hidup, sekarang mati seperti kota hantu! Ini kejahatan terhadap ekonomi rakyat! Harus diusut sampai ke akar-akarnya, siapa yang main, siapa yang dapat untung, dan siapa yang lalai! Jangan ada kompromi, demi Keude Geudong dan Samudera yang tidak terus dirugikan!”

Jika terbukti ada penyimpangan, korupsi, atau penyalahgunaan wewenang, harus ditindak tegas tanpa pandang bulu sesuai undang-undang! Kami tidak akan diam melihat nasib rakyat diinjak-injak,” tegasnya menutup pernyataan dengan penuh kemarahan dan harapan keadilan.rapan keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *