Aceh Timur ( DERAP KEADILAN.COM ) — Rabu, 17 Desember 2025- Marhaban alias Ruben Chaniago meminta aparat penegak hukum untuk segera menangkap mafia gas elpiji yang diduga beroperasi dan “berkeliaran” di Kabupaten Aceh Timur. Ia juga mendesak agar pengawasan distribusi gas diperketat, terutama di tengah kondisi masyarakat yang sedang terjepit akibat musibah banjir.
Kami sangat sedih melihat kondisi masyarakat saat ini. Di tengah penderitaan akibat banjir, warga justru dipersulit untuk mendapatkan gas elpiji. Ini sangat tidak manusiawi,” ujar Marhaban kepada media ini, Rabu (17/12/2025).
Menurutnya, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram sangat tidak masuk akal. Pasalnya, sebagian besar masyarakat masih terdampak banjir dan belum sepenuhnya beraktivitas normal, bahkan banyak yang belum menggunakan gas secara maksimal.
Seharusnya kuota gas itu lebih, bahkan over sebelum banjir. Tapi kenyataannya sekarang gas malah langka. Ini patut dipertanyakan, ke mana distribusi gas sebenarnya,” tegasnya.
Marhaban juga menyoroti kondisi bantuan pascabanjir yang dinilainya masih sangat minim. Ia menyebut, banyak warga hingga saat ini hanya menerima bantuan beras, itupun sebagian berasal dari posko jurnalis, sementara bantuan lain belum merata dirasakan masyarakat Aceh Timur.
Selain itu, ia mengungkapkan adanya dugaan permainan harga gas di tingkat pangkalan dan pengecer. Harga resmi yang seharusnya berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per tabung, kini melonjak menjadi Rp22.000, bahkan ditemukan dijual hingga Rp30.000 per tabung di pinggir jalan.
Kami minta aparat penegak hukum, baik Polres Aceh Timur maupun Polda Aceh, segera turun tangan. Tangkap mafia gas yang memanfaatkan penderitaan rakyat saat bencana,” pungkasnya.
penulis>>{ rimung }












