BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

200 Hektare Tambak di Pidie Jaya Belum Normal Pascabanjir, MUSAPAT Desak Pemerintah Aceh Segera Bertindak

70
×

200 Hektare Tambak di Pidie Jaya Belum Normal Pascabanjir, MUSAPAT Desak Pemerintah Aceh Segera Bertindak

Sebarkan artikel ini

Pidie Jaya ( DERAP KEADILAN.COM ) – Lambannya penanganan pascabanjir terhadap sektor tambak di Kabupaten Pidie Jaya menuai sorotan keras. Ketua MUSAPAT Kabupaten Pidie Jaya, Syarifah Nurjanah, yang juga dikenal sebagai Srikandi Aceh, mendesak Pemerintah Aceh segera turun tangan menormalisasi tambak masyarakat yang hingga kini belum tersentuh pendataan maupun penanganan serius.

 

 

Dalam keterangannya melalui sambungan telepon pada Rabu (18/2/2026), Syarifah Nurjanah menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada pendataan menyeluruh terhadap tambak-tambak warga yang terendam lumpur akibat banjir.

 

 

Sampai hari ini belum ada pendataan yang jelas terkait banyaknya tambak masyarakat yang terendam lumpur. Kami minta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh serta Kabupaten Pidie Jaya segera melakukan normalisasi,” tegasnya.

 

 

Ia menyebutkan, sedikitnya ±200 hektare tambak di Pidie Jaya belum kembali normal. Kondisi tersebut membuat para petani tambak kesulitan untuk kembali berproduksi, bahkan sebagian terancam lumpuh secara ekonomi.

Baca Juga:  Cegah Aksi Anarkis Terulang, Polda Jateng Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Sesuai Aturan Undang-Undang

 

 

Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, dampaknya akan sangat serius terhadap perekonomian masyarakat, khususnya para petani tambak yang menggantungkan hidup dari budidaya, termasuk udang vaname yang sebagian sudah mendekati masa panen namun justru dihantam banjir.

 

 

Banyak udang vaname yang sudah hampir panen dan sudah dihantam banjir. Kalau dibiarkan seperti ini, dampaknya sangat serius bagi kemakmuran petani tambak dan bisa melumpuhkan sektor perikanan tambak di Pidie Jaya bahkan Aceh,” ujarnya.

 

 

Syarifah juga meminta Pemerintah Provinsi Aceh melalui dinas terkait agar tidak memandang sebelah mata persoalan ini. Ia mendesak agar segera dilakukan langkah konkret berupa:

 

 

Baca Juga:  Polisi Gagalkan Penyelundupan 30 Kg Sabu, Tiga Kurir Internasional Ditangkap

Pendataan menyeluruh terhadap tambak terdampak

Normalisasi tambak yang tertimbun lumpur

Bantuan modal usaha bagi petani tambak

Musyawarah bersama petani tambak untuk mencari solusi konkret

Permintaan tersebut, lanjutnya, juga telah disampaikan melalui Ketua Provinsi sekaligus Ketua Umum MUSAPAT Aceh, T. Jamal Usman. Selain itu, pihaknya turut meminta perhatian dari Satgas DPR RI H. T. A. Khalid agar persoalan ini mendapat respons serius di tingkat pusat.

 

 

Syarifah Nurjanah turut meminta perhatian langsung dari Bupati Pidie Jaya dan Gubernur Aceh agar segera menginstruksikan langkah cepat dan terukur demi menyelamatkan sektor tambak yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir.

 

 

Jangan sampai petani tambak semakin terpuruk. Mereka butuh semangat dan keberpihakan nyata dari pemerintah,” pungkasnya.

 

Penulis>>{ Rimung )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *