BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Wakapolres Sragen Ambil Alih Mimbar Upacara! Ratusan Siswa SMPN 5 Sragen Diingatkan Bahaya Narkoba dan Jerat Media Sosial

6
×

Wakapolres Sragen Ambil Alih Mimbar Upacara! Ratusan Siswa SMPN 5 Sragen Diingatkan Bahaya Narkoba dan Jerat Media Sosial

Sebarkan artikel ini

SRAGEN, JATENG  – Ancaman narkotika dan penyalahgunaan media sosial menjadi perhatian serius Polres Sragen dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan zaman. Kali ini, pesan tersebut disampaikan langsung Wakapolres Sragen Kompol Handoyo di hadapan ratusan pelajar SMP Negeri 5 Sragen, Senin, melalui program Polisi Peduli Pendidikan.

Bukan sekadar hadir sebagai tamu undangan, Kompol Handoyo turun langsung menjadi pembina upacara yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini merupakan implementasi program Quick Wins Polri sekaligus wujud nyata semangat Polisi Bersama Masyarakat, khususnya dalam membangun kedekatan dengan dunia pendidikan dan menanamkan kesadaran hukum sejak usia sekolah.

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Dalam amanatnya, Kompol Handoyo memberikan penekanan serius mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya. Ia mengingatkan para pelajar agar tidak pernah mencoba, menggunakan, apalagi terlibat dalam peredaran barang terlarang tersebut.

Menurutnya, penyalahgunaan narkotika bukan hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga mengancam kesehatan mental, mengganggu kehidupan spiritual, merusak masa depan pendidikan, hingga menyeret penggunanya berhadapan dengan konsekuensi hukum.

“Jangan pernah mempertaruhkan masa depan hanya karena rasa ingin tahu atau ajakan sesaat. Narkotika dan obat-obatan berbahaya dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan, serta membawa konsekuensi hukum yang serius,” tegas Kompol Handoyo.

Tak hanya narkoba, Wakapolres juga menyoroti tantangan lain yang semakin dekat dengan kehidupan pelajar, yakni penggunaan media sosial dan teknologi digital.

Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi seharusnya menjadi sarana untuk belajar, memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, serta meraih prestasi.

Namun, apabila tidak digunakan secara bijaksana, media sosial justru dapat menjadi pintu masuk berbagai persoalan.

Baca Juga:  Pangdam IV/Diponegoro Dampingi Menteri Pertahanan RI Takziah ke rumah Alm. Kopda (Anumerta) Amin Nurohman

Kompol Handoyo secara khusus mengingatkan para siswa agar tidak membuat, mengunggah, maupun menyebarkan konten yang bertentangan dengan norma agama, norma kesusilaan, dan nilai-nilai kepatutan dalam kehidupan bermasyarakat.

Setiap aktivitas di ruang digital, lanjutnya, harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Pelajar perlu memahami bahwa apa yang diunggah di media sosial dapat dilihat banyak orang dan berpotensi menimbulkan konsekuensi bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Gunakan kemajuan teknologi dengan bijaksana. Manfaatkan media digital untuk hal-hal positif, untuk belajar, mencari informasi yang bermanfaat, dan mengembangkan kemampuan diri. Jangan sampai media sosial justru digunakan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesan Kompol Handoyo.

Melalui kegiatan ini, Polres Sragen ingin memastikan bahwa edukasi kepolisian tidak hanya berlangsung melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan preventif dan edukatif di lingkungan sekolah.

Kehadiran Wakapolres sebagai pembina upacara menjadi momentum untuk mengingatkan para pelajar bahwa menjaga masa depan tidak cukup hanya dengan belajar dan meraih nilai akademik. Diperlukan pula kedisiplinan, karakter yang kuat, kesadaran hukum, serta kecakapan dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Kegiatan tersebut diikuti Kepala SMP Negeri 5 Sragen, jajaran guru pembimbing, serta ratusan siswa yang mengikuti upacara dengan tertib.

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres Sragen terus menghadirkan pesan-pesan kamtibmas secara langsung kepada kalangan pelajar.

Harapannya, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuhnya generasi muda yang berkarakter, berprestasi, bijak bermedia sosial, dan mampu menjauhi narkotika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *