BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Tragis!! Aksi Brutal Penganiayaan Antar Saudara, Korban Mengalami Luka Serius Akibat Sabetan Sajam

3
×

Tragis!! Aksi Brutal Penganiayaan Antar Saudara, Korban Mengalami Luka Serius Akibat Sabetan Sajam

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Derapkeadilan.com – Seorang pria di Sidoarjo terkapar bersimbah darah setelah menjadi korban pembacokan oleh adik kandungnya sendiri.

Peristiwa berdarah ini terjadi di depan rumah mereka di Taman, Jumat (1/5).

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Insiden bermula dari pertengkaran antar saudara yang sempat dilerai oleh keluarga. Namun situasi kembali memanas hingga berujung aksi brutal. Si adik mengambil parang dan menyerang kakaknya hingga mengalami luka serius di bagian kepala, tangan, dan perut.

Baca Juga:  Irkoopsud II Hadiri Serah Terima Jabatan Gubernur Sulsel

Kapolsek Taman Kompol Kanisius Franata menjelaskan kejadian berawal saat kedua saudara tersebut terlibat cekcok di rumah. Meski sempat dilerai, pertengkaran kembali terjadi hingga berujung penganiayaan menggunakan senjata tajam.

“Kejadian pertengkaran itu kejadiannya kemarin. Awalnya sempat dilerai keluarga dan dikira sudah selesai. Namun pelaku kembali emosi, mengambil parang, lalu membacok korban,” ujar Kanisius, Sabtu (2/5).

Korban diketahui bernama Didik Hermanto, 37, sementara pelaku adalah adik kandungnya, Elfian Efendy, 19. Aksi tersebut membuat korban terkapar hingga akhirnya mendapat pertolongan dari warga dan keluarga yang langsung membawanya ke rumah sakit.

Baca Juga:  Jelang Lebaran, Polda Jateng Imbau Masyarakat dan Pelaku Usaha Waspada Premanisme Berkedok Ormas

“Korban mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan perut akibat sabetan parang. Saat ini korban sudah mendapatkan penanganan medis,” tambahnya.

Usai Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat mengamankan pelaku beserta barang bukti. Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap motif pasti dari kejadian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *