Semarang — Satlantas Polres Semarang terus meningkatkan literasi masyarakat terkait administrasi kendaraan bermotor dengan memberikan informasi langsung mengenai proses balik nama BPKB, Selasa (2/12/2025). Edukasi ini dilakukan untuk memastikan warga memahami seluruh tahapan resmi dan menghindari kesalahan berkas saat mengurus kepemilikan kendaraan.
Petugas regident aktif menjelaskan alur pengurusan mulai dari persyaratan dokumen, proses cek fisik kendaraan, hingga tahap pendaftaran di loket pelayanan. warga juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan balik nama segera setelah transaksi jual beli kendaraan dilakukan.
Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, S.T.K., S.I.K., CPHR menegaskan bahwa balik nama bukan hanya soal pembaruan dokumen, tetapi memberikan kepastian hukum terhadap kepemilikan kendaraan.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa balik nama BPKB sangat penting untuk menghindari masalah di kemudian hari. dengan mengurusnya secara resmi, data kendaraan menjadi valid dan sesuai dengan pemilik yang baru,” jelas AKP Lingga.
Kanit Regident Polres Semarang, Iptu Kurniawan, menambahkan bahwa petugas siap memberikan pendampingan bagi warga yang masih bingung mengenai prosedur.
“Masih banyak warga yang belum tahu bahwa proses balik nama dimulai dari cek fisik, verifikasi data, membawa kwitansi jual beli yang sah, hingga penyerahan berkas di loket. kami jelaskan tahap demi tahap agar masyarakat bisa mengurusnya dengan mudah dan tanpa kesalahan,” terangnya.
Dalam penyampaian materi, petugas juga memberikan informasi mengenai biaya resmi PNBP, estimasi waktu penyelesaian, serta pengecekan data kendaraan untuk memastikan semua persyaratan sesuai ketentuan.
Warga yang hadir mengaku sangat terbantu dengan penjelasan tersebut karena proses balik nama kerap dianggap rumit. dengan adanya edukasi ini, masyarakat merasa lebih yakin dan memahami pentingnya tertib administrasi kepemilikan kendaraan.
Satlantas Polres Semarang berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat serta memperkuat pelayanan publik yang transparan dan humanis.
Khnza Haryati












