ACEH UTARA ( DerapKeadilan.com ) – Proyek revitalisasi satuan pendidikan di SMP Negeri 2 Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, kini telah mencapai kemajuan sekitar 70 persen. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Anggaran 2026, yang juga dialokasikan khusus untuk memulihkan kerusakan fasilitas sekolah akibat bencana banjir yang pernah melanda wilayah tersebut.
Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, bantuan pembangunan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total dana sebesar Rp2.468.000.000,- (dua miliar empat ratus enam puluh delapan juta rupiah). Pekerjaan dikelola langsung oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMP Negeri 2 Syamtalira Bayu, dengan batas waktu pelaksanaan 150 hari kalender terhitung sejak dana diterima.
Ketua Komite sekaligus Ketua P2SP sekolah, H. Lidan Ahmad, menyampaikan bahwa hingga saat ini progres pembangunan berjalan sesuai rencana. “Kami berupaya bekerja sungguh-sungguh agar pembangunan lancar, berkualitas, dan selesai tepat waktu. Perbaikan ini sangat dibutuhkan karena sebelumnya banyak ruang dan fasilitas yang rusak terkena dampak banjir, sehingga segera bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh siswa serta tenaga pendidik di sekolah ini,” ujarnya.
Revitalisasi ini ditujukan untuk memperbaiki kerusakan pasca bencana sekaligus melengkapi fasilitas sekolah agar lebih layak, aman, dan nyaman sebagai tempat belajar, serta lebih tahan terhadap risiko bencana serupa di masa mendatang. Sekolah yang beralamat di Jalan Line Pipa, Desa Blang Majron, Kecamatan Syamtalira Bayu ini diharapkan nantinya dapat memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik bagi generasi penerus di wilayah Aceh Utara.
Warga sekitar dan orang tua siswa juga menyambut baik program ini. “Sudah lama kami menantikan perbaikan sekolah anak-anak yang rusak diterjang banjir. Semoga sisa pekerjaan segera selesai dan fasilitasnya benar-benar bermanfaat maksimal,” ungkap salah satu warga setempat.
Pihak panitia berkomitmen menjaga kualitas pembangunan serta transparansi penggunaan dana, sehingga seluruh masyarakat dapat memantau perkembangannya hingga proyek selesai dan diserahkan secara resmi.












