SULSEL_WAJO – Rapat Tim Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting (Rakor TPPS) Tingkat Kabupaten Wajo 2025. Pelaksana Kegiatan Oleh DINSOSP2KBP3A (Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kabupaten Wajo. dilaksanakan di Ruang Pola Kantor BUPATI Kabupaten Wajo. Kamis, 24 Juli 2025.
dihadiri WAKIL BUPATI Wajo, dr. H.BASO RAHMANUDDIN, MM.,M.Kes. Selaku Ketua Tim Pengarah Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Wajo. juga Hadir Ketua DPRD Kabupaten Wajo di Wakili ANDI RUSTAN Anggota Fraksi GOLKAR, FORKOPIMDA Kabupaten, Para Wakil Perguruan Tinggi Sekabupaten Wajo,
Para CAMAT, Para Lurah dan Kepala Desa, Urusan PUSKESMAS, Kader POSYANDU, Penggiat MEDIA dan LSM Serta Para Undangan Lainnya.
H.AHMAD JAHRAN, AP., M.si. Kepala DINAS DINSOSP2KBP3A (Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kabupaten Wajo. Selaku Panitia Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting,
Dalam Laporannya Menyampaikan, Kabupaten Wajo Adalah Terbesar ke Dua Penurunan Angka Stunting dari Kabupaten Gowa. Sebelumnya dari Angka 27,4% Turun menjadi 20,5%. Dengan Penurunannya 6,9%..
Namun Demikian Idialnya Penurunan Angka Stunting Yaitu Turun Hingga di Bawah 20% . Dan Capain atau Prestasi ini tidak Lepas dari Koordinasi yang Intens dan Giat yang tiada Henti antar Tim TPPS Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/ Desa dan kelembagaan Serta Intervensi dari Semua Fihak.
Lebih lanjut Kepala DINSOSP2KBP3A Kabupaten Wajo menyampaikan, Angka Pernikahan Dini juga menurun di kabupaten Wajo. “Pernikahan Dini Rentan dengan Terjadinya Stunting”, Ungkapnya.
WAKIL BUPATI Wajo, dr. H.RAHMANUDDIN MAKKARAKA, MM., M.Kes. Membuka Acara Sekaligus memberi Sambutan Pada Pembukaan Rakor TPPS 2025.
Dalam Sambutannya Mengatakan:
Stunting Terjadi disebabkan Karena Adanya Kondisi gagal tumbuh Pada Anak Balita Akibat Kekurangan Gizi Kronis yang berlangsung Dalam Waktu Cukup lama. Kekurangan Gizi ini bisa disebabkan Oleh Kurangnya Asupan makanan bergizi baik dari segi Kualitas maupun Kuantitas, Serta infeksi berulang, terutama Pada Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (Sejak janin hingga Anak berusia 23 bulan).
lebih lanjut dr. H. BASO RAHMANUDDIN, Menyampaikan. Bahwa: Angka Stunting di Kabupaten Wajo, Turun Secara Progresif.
Oleh Karena Itu PEMERINTAH Daerah Kabupaten Wajo, Sangat berterimakasih dan memberi Apresiasi Kepada masing-masing Fihak, atas Kerjasama, Sinergi, berkontibusi dalam Giat dan Intens Intervensi dalam menekan turunnya Angka Stunting di Kabupaten Wajo. Sehingga Kabupaten Wajo mencapai hasil yang besar setelah Kabupaten Gowa. “Ini Adalah Berkat Kersama PEMERINTAH Daerah, PEMERINTAH Kecamatan, PEMERINTAH Desa dan Kelurahan, PUSKESMAS, POSYANDU, Penyuluh Keluarga Berencana, MEDIA, LSM Serta Seluruh Fihak”, Ungkapnya.
(M.NAJIB)












