Aceh Utara ( DERAP KEADILAN.COM ) – Ketua DPD APPI Aceh Utara, Muhammad alias Rimung Buloh, melontarkan pernyataan paling keras dan kontroversial yang pernah ia sampaikan. Dengan nada penuh amarah dan kekecewaan, ia menuding Presiden Prabowo Subianto sengaja menghalangi masuknya bantuan banjir dari Malaysia ke Aceh, sebagai bagian dari upaya “membunuh rakyat Aceh secara perlahan”. Ia bahkan menyarankan agar Aceh “dilepas saja” jika pemerintah pusat memang membenci rakyat Aceh.
Kalau memang benci sama rakyat Aceh, lepas Aceh saja sekalian! Jangan siksa kami seperti ini! Jangan biarkan kami mati kelaparan dan kedinginan! Jangan halangi bantuan dari Malaysia! Apa salah kami?!” teriak Rimung Buloh dengan emosi yang meluap-luap.
Ia menuding pemerintah pusat sengaja tidak menetapkan status bencana nasional agar bisa leluasa menghalangi masuknya bantuan dari luar negeri. “Ini adalah konspirasi jahat untuk memusnahkan rakyat Aceh! Mereka ingin kami mati tanpa ada yang peduli! Mereka ingin kami lenyap dari muka bumi!”
Rimung Buloh menilai bahwa tindakan pemerintah pusat sudah sangat keterlaluan dan menunjukkan kebencian yang mendalam terhadap rakyat Aceh. “Apakah kami ini bukan manusia?! Apakah kami ini bukan warga negara Indonesia?! Kenapa kami diperlakukan seperti ini?!”
Rimung Buloh mendesak agar pemerintah pusat segera mencabut larangan masuknya bantuan dari Malaysia dan negara-negara lain yang ingin membantu Aceh. “Buka pintu selebar-lebarnya untuk bantuan! Jangan halangi niat baik orang lain! Jangan biarkan rakyat Aceh mati sia-sia! Jika kalian tidak sanggup membantu, jangan halangi orang lain yang ingin membantu!”
Rimung Buloh menyerukan kepada seluruh masyarakat Aceh untuk bersatu dan melawan segala bentuk penindasan dan diskriminasi. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyuarakan
penulis>>{ sari }











