BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

KPA Sagoe Idi Cut Desak Polisi Tangkap Pemilik Akun TikTok Pencemar Nama Baik GAM

53
×

KPA Sagoe Idi Cut Desak Polisi Tangkap Pemilik Akun TikTok Pencemar Nama Baik GAM

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Aceh Timur ​Idi Cut, ( DERAP KEADILAN.COM ) – Panglima Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Idi Cut, Syarkawi yang akrab disapa Tuan, mengeluarkan pernyataan keras mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera menangkap pemilik akun TikTok yang dinilai telah menyebarkan berita propaganda dan mencemarkan nama baik Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

 

​Panglima Syarkawi menuding akun TikTok @kanaya berita Aceh telah menyebarkan informasi yang menyudutkan GAM. Akun tersebut dituduh menuliskan narasi fitnah “GAM mita jatah” (GAM meminta jatah), yang dianggap meresahkan dan merusak citra organisasi.

 

​Saya ingatkan agar akun-akun TikTok yang telah memfitnah pihak GAM ‘mita jatah’ menghentikan aksinya. Kami meminta pihak APH segera menangkap oknum yang telah membuat keresahan dan pencemaran nama GAM agar permasalahan ini tidak menjadi lebih besar,” tegas Panglima Syarkawi saat dikonfirmasi oleh awak media melalui sambungan telepon seluler.

Baca Juga:  Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran

 

​Tuntutan penangkapan ini turut didukung oleh Nazir Aneuk Tuloet, yang namanya juga terseret dalam video yang dipersoalkan. Nazir menyatakan bahwa ia dan pihak GAM lainnya merasa dirugikan secara moral dan citra oleh oknum pemilik akun tersebut.

 

​Nazir menilai unggahan tersebut sengaja dibuat untuk menggiring opini masyarakat agar pihak GAM tersudutkan dan disalahpahami.

​”Kami merasa dirugikan oleh oknum-oknum akun TikTok yang telah membuat keresahan di masyarakat dengan mengiring opini agar pihak kami GAM tersudutkan. Kami meminta kepada pihak penegakan hukum agar segera menangkap pemilik akun yang telah membuat pencemaran nama pihak GAM,” ujar Nazir.

Baca Juga:  Penuhi Standar Pelayanan, Polres Semarang Gelar Forum Konsultasi Publik

 

​Nazir juga memberikan klarifikasi mengenai video yang beredar, di mana pihaknya dituduh meminta ‘jatah’. Ia menjelaskan bahwa kedatangan mereka adalah untuk menjalankan tugas kemanusiaan.

 

​Kami tegaskan, video yang beredar luas di beberapa grup WA itu benar ada. Tapi kami dari satgas Azan menerima perintah dari atasan kami untuk merapat ke kapal yang ada di laut. Kami menggunakan boat nelayan untuk mengambil bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir,” jelasnya.

 

​Desakan ini disampaikan dengan harapan APH dapat bertindak cepat untuk mencegah penyebaran fitnah lebih luas dan menjaga ketertiban umum di Aceh.

 

>>>>>>>× { RIMUNG }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *