ACEH UTARA ( DERAP KEADILAN.COM ) – Ketua Lembaga Pejuang Srikandi Aceh (LPSA) Kabupaten Aceh Utara, Idawahyini yang akrab disapa Ida, memberikan peringatan keras kepada manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia. Ia menuntut adanya perbaikan sistem pelayanan yang dinilai sudah terlalu lama dikesampingkan demi kenyamanan dan keselamatan pasien.
Hal tersebut disampaikan Ida secara tegas kepada Direktur RSU Cut Meutia, Rohaya, berdasarkan sejumlah keluhan yang diterima dari masyarakat.
Kami menegaskan agar pihak rumah sakit segera melakukan perbaikan pelayanan yang sudah terlalu lama disepelekan. Jangan sampai pasien telantar atau disuruh pulang begitu saja,” tegas Ida, Jumat (03/04).
Ada dua poin utama yang menjadi sorotan dan tuntutan keras dari LPSA Aceh Utara:
Pertama, terkait pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ida menuntut agar wajib ada petugas khusus yang ditunjuk untuk menjemput dan membimbing pasien baru yang datang. Hal ini untuk mencegah terjadinya pasien yang tergeletak di luar tanpa ada yang menangani.
Saya menegaskan – jangan sampai pasien telantar tergeletak di depan IGD tanpa ada yang mengambilnya! Ini adalah kewajiban yang tidak bisa ditunda lagi,” ujarnya.
Kedua, mengenai penjadwalan operasi. Pihak rumah sakit dinilai sering kali memberikan jadwal operasi kepada pasien rawat jalan tanpa memastikan ketersediaan kamar rawat inap. Akibatnya, banyak pasien yang datang dari pelosok dengan menghabiskan biaya dan waktu, justru harus pulang kembali karena kamar tidak tersedia.
Jangan asal membuat jadwal operasi jika kamar untuk menginap tidak ada! Banyak warga datang dari daerah terpencil dengan harapan mendapatkan perawatan, tapi malah harus pulang dengan kecewa. Ini adalah kelalaian yang tidak bisa diterima,” tambahnya.
Masyarakat Geram, Pelayanan Dinilai Tidak Manusiawi
Sementara itu, informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar juga menunjukkan kemarahan yang memuncak. Warga menilai pelayanan yang diberikan selama ini sangat jauh dari harapan dan terkesan tidak manusiawi.
Banyak warga yang mengaku kecewa karena merasa diabaikan saat membutuhkan pertolongan medis. Mereka berharap peringatan dari LPSA ini didengar oleh pihak manajemen rumah sakit agar kualitas pelayanan segera membaik dan tidak lagi merugikan pasien.
Ida memberikan ultimatum bahwa jika perbaikan tidak segera dilakukan dalam waktu dekat, pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia mengancam akan mempublikasikan atau memviralkan kondisi tersebut agar diketahui oleh masyarakat luas.
Jika masih ada kondisi seperti ini, saya akan memviralkan semuanya ke masyarakat! Jangan salahkan saya jika hal tersebut terjadi,” pungkas Ida.
Penulis: Sari anak Rimung















