Aceh Utara ( DERAP KEADILAN.COM ) – Ketua DPD APPI Aceh Utara, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh, dengan nada murka mengecam pemerintah pusat sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas tragedi banjir dahsyat yang melanda Aceh pada tanggal 26 November 2025. Ia menuding pemerintah pusat sebagai dalang di balik pemotongan kayu ilegal yang menyebabkan banjir tersebut, dan menyebutnya sebagai pembantaian terhadap rakyat Aceh. Ia juga menyerukan agar Aceh segera dilepaskan dari Indonesia dan diberikan kemerdekaan.
Rimung Buloh menuding pemerintah pusat telah melakukan kejahatan kemanusiaan dengan membiarkan pemotongan kayu ilegal merajalela, sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah dan mengakibatkan banjir bandang yang menghancurkan pemukiman warga dan merenggut nyawa ribuan orang.
Pemerintah pusat BIADAB! Kalian adalah dalang di balik semua ini! Kalian telah membantai rakyat Aceh dengan membiarkan hutan kami dirusak! Tragedi 26 November 2025 adalah bukti nyata dari kejahatan kalian! Kalian harus membayar mahal atas semua ini! LEPAS KAN ACEH! KAMI INGIN MERDEKA! KAMI TIDAK INGIN DI JAJAH OLEH PEMERINTAH INDONESIA!” teriak Rimung Buloh dengan nada penuh amarah.
Ia menuntut agar seluruh pihak yang terlibat dalam pemotongan kayu ilegal, termasuk para pejabat pemerintah yang korup, dihukum mati. Ia juga menuntut agar pemerintah pusat memberikan ganti rugi yang sebesar-besarnya kepada para korban banjir dan segera melakukan rehabilitasi lingkungan.
Kami tidak akan pernah melupakan tragedi ini! Kami tidak akan pernah memaafkan kalian! Kami akan terus berjuang sampai titik darah Terahil,;
penulis>>{ kaperwil }












