LHOKSEUMAWE ( DERAP KEADILAN.COM ) – Kasus kematian seorang pasien yang sempat dirawat di RS Abby dan kemudian meninggal dunia di RS Sakinah, Lhokseumawe, kini menjadi viral di media sosial TikTok. Kasus ini pun terus menjadi sorotan publik, terutama setelah ditemukan adanya kondisi underlying disease (penyakit penyerta) yang diduga menjadi penyebab perburukan kondisi hingga kematian. Informasi ini diperoleh setelah pertemuan dengan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe dan Dinkes Aceh Utara pada tanggal 31 Maret 2026 jam 15.00 WIB.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh, pun angkat bicara terkait kasus ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada Dr. Andry Rayhan untuk menggali informasi lebih dalam mengenai kronologi dan fakta yang terjadi, terutama terkait dengan viralnya kasus ini di TikTok.
Kami sebagai organisasi wartawan yang hadir di tengah masyarakat merasa perlu untuk memastikan kebenaran dari informasi yang beredar, baik yang ada di lapangan maupun yang viral di media sosial seperti TikTok. Oleh karena itu, saya sendiri yang melakukan konfirmasi langsung kepada Dr. Andry Rayhan terkait kasus ini. Transparansi informasi sangat penting agar masyarakat tidak salah memahami situasi yang sebenarnya, terutama di era digital di mana informasi dapat menyebar dengan sangat cepat,” ujar Rimung Buloh kepada wartawan, Senin (5/4/2026).
Lebih lanjut, Rimung Buloh menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah yang diambil oleh Dinkes Kota Lhokseumawe dan Dinkes Aceh Utara yang telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan. Menurutnya, keterlibatan instansi berwenang ini sangat krusial untuk mengungkap fakta secara objektif, terutama mengingat kasus ini sudah menjadi viral dan menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat.
Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dari Dinkes Kota dan Dinkes Aceh Utara yang sudah turun ke lapangan. Kami berharap penyelidikan ini dilakukan secara menyeluruh, profesional, dan tanpa pandang bulu. Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, mulai dari proses perawatan di RS Abby hingga pasien meninggal dunia di RS Sakinah. Hal ini juga penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul akibat viralnya kasus ini di TikTok,” tambahnya.
Mengenai klaim dari pihak RS Abby yang menyatakan telah mendapatkan pelayanan medis sesuai prosedur dan standar pelayanan yg berlaku. Rimung Buloh menyoroti pentingnya bukti dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, terutama di tengah viralnya kasus ini.
Tentu setiap pihak memiliki pandangan masing-masing, namun dalam kasus seperti ini, yang paling utama adalah fakta medis dan bukti yang kuat. Kami berharap semua pihak dapat menyampaikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama karena kasus ini sudah menjadi viral dan banyak orang yang memperhatikannya,” tegas Rimung Buloh.
Yang tak kalah penting, Rimung Buloh juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi atau video yang berisi hoaks yang sedang viral di media sosial terkait kasus ini.
Kami sangat menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan cepat percaya terhadap video hoaks yang sedang viral di TikTok maupun media sosial lainnya. Sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi lebih lanjut, pastikan terlebih dahulu kebenarannya dari sumber yang terpercaya dan resmi. Penyebaran informasi yang tidak benar hanya akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. APPI Aceh Utara akan terus memantau perkembangan kasus ini, baik di lapangan maupun di media sosial, dan memastikan bahwa hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar tetap terjaga,” pungkasnya.
Penulis>{ Sari }















