Bireuen, ( Derapkeadilan.com ) 16 September 2026 – derapkeadilan.com – Sebuah peristiwa yang memilukan namun menyentuh hati terjadi di Jalan Raya Medan–Banda Aceh, Desa Timkum Manyang, Kecamatan Kutablang. Siswi kelas 1 MAN 3 Bireuen bernama Jaratul Syifa yang merupakan anak yatim, mengalami kecelakaan tunggal, terjatuh dan tertimpa motornya sendiri hingga terlungkup lemah di pinggir jalan dalam keadaan terluka.
Kebetulan saat itu melintas seorang tokoh pers yang peduli sesama. Tanpa ragu sedikitpun, ia memegang teguh prinsip: menolong orang tidak pandang mau kenal atau tidak kenal, yang utama adalah kemanusiaan. Ia segera menghentikan kendaraan dan bergegas memberikan pertolongan.
Pendekar kebaikan ini langsung membawa korban ke Puskesmas Kutablang terdekat agar segera ditangani petugas medis. Di sana, percakapan yang menyayat hati terjadi. Ia bertanya dengan lembut tentang keluarganya. Di tengah rasa sakit, Syifa menjawab tabah: “Pak, saya sudah tidak punya ayah lagi, beliau sudah meninggal, saya anak yatim.”
Hati penolong itu teriris mendengarnya, air matanya pun menetes. Ia membelikan teh hangat untuk meringankan keadaannya. Namun saat hendak diminumkan, Syifa berkata sopan: “Pak, saya sedang berpuasa.”
Mendengar itu, air mata penolong kembali mengalir. Luar biasa ketabahan gadis yatim ini: baru saja kecelakaan tunggal, terlungkup terluka, namun tetap menjaga ibadah puasa. Ia tak tega pergi sendirian, setia mendampingi hingga keluarga Syifa tiba dan mengambil alih.
Dengan tulus, Jaratul Syifa mengucapkan: “Pak, terima kasih banyak sudah menolong saya.”
Tindakan ini menjadi teladan nyata: kemanusiaan diutamakan tanpa memandang siapa pun. Setelah memastikan aman, ia pun lanjut melanjutkan perjalanannya.














