BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Harga Gas 3 Kg Aceh Utara Sampai Rp50.000 di Tengah Darurat Banjir, Rimung Buloh: Polres, Polsek & Pertamina, APH Periksa Semua Pangkalan, Jangan Negosiasi”

32
×

Harga Gas 3 Kg Aceh Utara Sampai Rp50.000 di Tengah Darurat Banjir, Rimung Buloh: Polres, Polsek & Pertamina, APH Periksa Semua Pangkalan, Jangan Negosiasi”

Sebarkan artikel ini

ACEH UTARA ( DERAP KEADILAN.COM ) Penjualan gas LPG 3 kilogram di Aceh Utara mengalami lonjakan harga yang tidak wajar di tengah masyarakat yang sedang menghadapi darurat bencana banjir.

 

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Dari laporan lapangan, gas subsidi yang seharusnya dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18.000 per tabung, tapi pihak pangkalan banyak yang jual ke kios-kios dengan harga Rp25.000 di pangkalan-pangkalan di daerah tersebut. Padahal gas tersebut khusus untuk orang miskin, bukan dijual untuk pedagang lain – sehingga disaat warga beli di pangkalan, dibilang udah habis padahal sebagian pangkalan udah pindahkan ke kios-kios untuk dijual dengan harga mahal sampai Rp25.000. Kondisi menjadi lebih parah ketika oknum menggunakan becak untuk mendistribusikan ke warga, membuat harga melambung hingga Rp35.000, Rp45.000, hingga Rp50.000. Malah Ada yang 70.000

 

Pangkalan seperti itu harus dicabut izin,” tegas Ketua DPD APPI Aceh Utara, Muhammad alias Rimung Buloh. Ia juga meminta kepada Pertamina, Kapolres Aceh Utara sampai ke polsek-polsek (sebagai penegak hukum APH) di Aceh Utara untuk memeriksa semua pangkalan saat pengiriman gas. “Jika ada yang dijual lebih dari harga HET Rp18.000, segera ditangani di tempat – jangan ada yang mau bernegosiasi dengan penjahat seperti itu,” tegasnya.

Baca Juga:  Rektor Universitas Malikussaleh memberikan Apresiasi kepada komusi III DPR RI, Tegaskan Dukungan Polri Tetap di Bawah Presiden

 

Perilaku penimbunan dan permainan harga oleh oknum tersebut dinilai tidak berperikemanusiaan, terutama di tengah situasi darurat. Warga mengkritik Pertamina yang dianggap kurang waspada dan mendesak penegak hukum APH di Aceh Utara untuk mengusut tuntas kasus ini.

 

Masyarakat berharap pemerintah daerah Aceh Utara, Pertamina, dan penegak hukum APH segera turun tangan guna menstabilkan harga dan memastikan gas sampai ke yang membutuhkan. Rimung Buloh juga menyatakan siap melaporkan pelaku ke pihak berwenang sebagai pembela rakyat miskin.

 

Diingatkan juga bahwa sejak 1 Maret 2023, gas 3 kg hanya ditujukan untuk masyarakat miskin, UMKM, nelayan, dan petani sasaran di Aceh Utara. PNS/ASN yang kedapatan menggunakan akan dikenai sanksi dan disarankan beralih ke gas non-subsidi seperti Bright Gas.;

 

penulis>{ mutia sari }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *