BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Gempur Cukai Ilegal! Kapolres turut Lakukan Pemusnahan Barang Ilegal Senilai Belasan Milyar Bersama Bea Cukai dan Pemkab Boyolali

34
×

Gempur Cukai Ilegal! Kapolres turut Lakukan Pemusnahan Barang Ilegal Senilai Belasan Milyar Bersama Bea Cukai dan Pemkab Boyolali

Sebarkan artikel ini

Boyolali – Pendopo Ageng Alun-alun Kidul Komplek Pemkab Boyolali, Selasa (21/10/2025) pagi, tampak ramai oleh kehadiran ratusan peserta dari berbagai instansi. Sekitar 150 orang mengikuti kegiatan Pemusnahan Barang Kena Cukai Ilegal hasil penindakan Bea Cukai Surakarta dan Pemerintah Daerah, yang menjadi bagian dari Program Pemusnahan Serentak Bertahap Barang Hasil Penindakan (BHP) dalam rangka peringatan Hari Bea Cukai ke-79 Tahun 2025 dengan tema “Tangguh Mengawasi, Tulus Melayani.”

 

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Boyolali Agus Irawan, Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta Yetty Yulianty beserta jajaran, Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto, Kajari Boyolali Ridwan Ismawanta, Ketua Pengadilan Negeri Boyolali Dwi Hananta, serta perwakilan Danlanud Adi Soemarmo dan Dandim 0724 Boyolali, jajaran Forkopimda, dan Kepala Satpol PP se-Solo Raya.

 

Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, laporan Kepala Bea Cukai Surakarta, upacara Bupati Boyolali, hingga seremoni pemusnahan simbolis yang disaksikan langsung dan melalui live streaming dari lokasi pembakaran di PT Semen Grobogan.

 

Dalam sambutannya, Bupati Boyolali menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kerja keras Bea Cukai, Satpol PP se-Solo Raya, serta aparat penegak hukum yang telah menekan peredaran barang kena cukai ilegal di wilayah Solo Raya.

 

“Kita patut bangga karena Boyolali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan pemusnahan terbesar se-Solo Raya, dengan jumlah bukti barang mencapai 12 juta batang rokok ilegal. Ini bukti nyata komitmen kita bersama untuk menjaga perekonomian negara dan menekan kerugian akibat peredaran barang ilegal,” ujar Bupati.

 

Bupati juga menekankan pentingnya penerapan peraturan perpajakan sebagai kontribusi terhadap pembangunan nasional. “Mari bersama-sama kita jaga Boyolali, kita jaga NKRI, dan bersama-sama kita Gempur Cukai Ilegal,” tegasnya.

 

Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto menyatakan, “Polres Boyolali siap mendukung penuh program Gempur Cukai Ilegal. Sinergi antara kepolisian, Bea Cukai, dan Pemerintah Daerah sangat penting untuk menekan peredaran barang ilegal, menjaga keamanan, serta memberikan efek jera bagi pelanggar hukum.”

 

Barang hasil penindakan yang dimusnahkan berasal dari operasi gabungan Bea Cukai Surakarta bersama Satpol PP se-Solo Raya serta aparat penegak hukum lain dari Maret 2024 hingga Agustus 2025. Barang-barang tersebut meliputi:

 

Rokok berbagai merek sebanyak 12.433.685 batang, dengan nilai barang mencapai Rp17,79 miliar dan potensi kerugian negara sebesar Rp11,98 miliar.

 

Minuman mengandung etil alkohol (MMEA) sebanyak 986.500 mililiter (1.611 botol dan 1 jerigen), bernilai Rp173,4 juta dengan potensi kerugian negara Rp101 juta.

 

Pemusnahan dilakukan melalui berbagai metode, antara lain pembakaran di lokasi seremoni, penggilingan menggunakan mesin penghancur, serta pembakaran di pabrik semen. Untuk minuman beralkohol, dihancurkan dengan cara dituangkan ke dalam tong.

 

Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta Yetty Yulianty menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar pemusnahan fisik, tetapi simbol komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dan industri dari praktik perdagangan ilegal. “Kami akan terus memperkuat pengawasan dan meningkatkan kerja sama lintas sektor agar peredaran barang ilegal bisa ditekan hingga ke akar,” ujarnya.

Baca Juga:  Ketua FPRN Aceh Minta Pemerintah Pusat Percepat Pemulihan Banjir Aceh dan Sumatera.

 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif hingga penutupan sekitar pukul 10.10 WIB, ditutup dengan penandatanganan berita acara pemusnahan dan ramah tamah antar instansi.

 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama Bea Cukai Surakarta, Pemerintah Daerah, dan Forkopimda Boyolali dalam mendukung pemberantasan barang kena cukai ilegal serta mewujudkan iklim usaha yang sehat dan adil di wilayah Jawa Tengah.

[25/10, 18.08] Mas Priyanto Smrg: *TNI-Polri dan Warga Kompak Bersihkan Sungai Gandam di Pati, Antisipasi Banjir*

 

Pati – Personel TNI, Polri, dan warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, bergotong royong melakukan penanggulan dan pembersihan Sungai Gandam, Sabtu (25/10/2025) siang. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir akibat luapan sungai saat hujan deras.

 

Kegiatan dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga sore. Aparat dan warga bahu membahu membersihkan tumpukan sampah serta memperkuat tanggul sungai di beberapa titik rawan jebol. Aksi sosial ini juga diikuti oleh jajaran Forkopimcam Batangan.

 

Camat Batangan Sujono, S.H., M.M., Kapolsek Batangan Iptu Muhamad Setiawan, S.Pd., Danramil Batangan Kapten Suyani, Kepala Desa Ketitangwetan, serta puluhan warga turut terlibat langsung di lapangan. Dua alat berat milik BBWS Pemali Juwana juga dikerahkan untuk mempercepat proses pengerukan.

 

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Batangan Iptu Muhamad Setiawan mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Kami tidak ingin hanya hadir saat terjadi bencana. Lewat kegiatan ini, Polri ingin berperan aktif dalam pencegahan dan pelayanan sosial,” ujarnya.

 

Menurut Iptu Muhamad Setiawan, kegiatan pembersihan sungai menjadi langkah antisipatif agar aliran air tetap lancar dan tidak menggenangi rumah warga. “Harapannya, saat hujan deras, air tidak meluap ke permukiman atau jalan pantura yang bisa mengganggu arus lalu lintas,” katanya.

 

Selain mencegah banjir, kegiatan ini juga disebut menjadi ajang mempererat hubungan antarinstansi dan masyarakat. “Gotong royong seperti ini membangun kekompakan dan komunikasi yang baik antara aparat dan warga,” lanjut Iptu Muhamad Setiawan.

 

Kapolsek Batangan itu juga menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk empati aparat kepada warga yang sebelumnya terdampak banjir. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa Polri bukan hanya hadir saat ada masalah hukum, tapi juga saat masyarakat membutuhkan bantuan,” tegas Iptu Muhamad Setiawan.

 

Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat akrab dan penuh semangat. Warga dan aparat tampak bekerja sama membersihkan sampah dan memperkuat tanggul sungai. “Kami akan terus dukung kegiatan seperti ini agar Batangan tetap aman, bersih, dan bebas banjir,” pungkas Iptu Muhamad Setiawan.

 

(Humas Resta Pati)

M. Priya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *