BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Dituding Ingkar Janji, PLT Kadis Sosial Aceh Timur Biarkan Warga Miskin Tinggal di “Gebuk Reoet” Bocor

40
×

Dituding Ingkar Janji, PLT Kadis Sosial Aceh Timur Biarkan Warga Miskin Tinggal di “Gebuk Reoet” Bocor

Sebarkan artikel ini

Aceh Timur ( DERAP KEADILAN.COM ) – Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Sosial (Kadis Sosial) Kabupaten Aceh Timur, Ibu Rani, menuai kritik keras setelah dituding ingkar janji terkait penyaluran bantuan untuk warga miskin. Kekecewaan ini memuncak dari aktivis lokal yang menuduh Ibu Rani sengaja mengabaikan kondisi sejumlah keluarga miskin di Desa Buket Bata, Kecamatan Pante Bidari, yang terpaksa bertahan di gubuk reot yang bocor di tengah musim hujan.

 

Warga Miskin Terlantar di Gubuk Reot ibu kadis hanya janji palsu
Kritik tajam ini dilontarkan oleh Razali alias Nyakli Maop, anggota Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Badan Advokasi Indonesia (BAI) DPP, yang mengaku telah berjuang selama dua tahun terakhir untuk nasib warga tersebut.

Nyakli Maop menjelaskan bahwa tujuannya berulang kali menghubungi PLT Kadis Sosial adalah untuk meminta penempatan beberapa lembar terpal atau tenda darurat.

 

Hal ini (kondisi warga) pernah kami laporkan dua tahun yang lalu, bahkan sekitar satu bulan yang lalu saya datangi Ibu Rani. Tujuan kami hanya meminta beliau agar bisa memposisikan beberapa lembar tenda untuk bisa meringankan beban hidup masyarakat miskin tersebut,” ujar Nyakli Maop.

Baca Juga:  Warga Sambut Hangat Tarling Polres Boyolali, wujud kedekatan dan Kebersamaan dalam Semarak Ramadhan

 

Namun, menurut Nyakli, usahanya sia-sia. Bahkan, Nyakli mengungkapkan pola komunikasi yang ia anggap menghindar:
Panggilan Pertama: Ketika Nyakli menelepon, Ibu Rani membalas pesan WhatsApp dengan mengatakan, “Saya masih di airport Singapura, chat nanti saya telepon Anda.”
Panggilan Kedua: Dua hari kemudian

 

Nyakli kembali menelepon untuk menanyakan perihal kondisi masyarakat miskin yang telah tayang di media online. Ibu Rani kembali membalas via chat dengan isi, “Mobil saya tadi terperosok,” yang oleh Nyakli diartikan seolah-olah Ibu Rani sedang dalam perjalanan ke lapangan.
Setelah tim Satgasus kembali ke lokasi, kondisi warga miskin di Desa Buket Bata masih sangat memprihatinkan.

Hingga saat ini mereka masih hidup di bawah gebuk reot yang bocor, apalagi musim hujan seperti ini. Namun, Ibu Rani selalu berbohong dan terkesan menghindar,” tegasnya.
Permintaan Ganti PLT Kadis Sosial

Nyakli Maop mengungkapkan kekecewaannya mendalam terhadap Ibu Rani, yang disebutnya sebagai “pemain lama di dinas sosial” dan pernah memegang kunci gudang logistik. Ia merasa PLT Kadis Sosial saat ini enggan menunaikan tanggung jawabnya.

Baca Juga:  Anggota DPRD DKI Turun Tangan Perbaiki Jalan

 

Sebelum Ibu Rani menjabat sebagai PLT Kadis Sosial Aceh Timur, kami sangat bermitra dengan dinas sosial. Sekarang, setelah ada jabatan, beliau terkesan bisa berbohong kepada tim Satgasus,” katanya.

Sebagai perbandingan, Nyakli menyebutkan bahwa di masa PLT Kadis Sosial sebelumnya, Bapak Sulaiman, beberapa rumah warga miskin termasuk di Bagok Nurul Salam dan Alue Merbo Darul Aman—segera dibantu perbaikan, yang saat itu Ibu Rani juga mendampingi.

 

Atas kegagalan dan sikap yang dianggap ingkar janji ini, Nyakli Maop secara terbuka meminta agar Bupati Aceh Timur segera mengganti posisi PLT Kadis Sosial tersebut.

 

Saya berharap agar PLT Kadis Sosial segera diganti. Ibu Rani belum pantas menjadi kepala dinas karena beliau tidak mengetahui betapa pentingnya saling menghargai dan menepati janji,” tutup Nyakli dengan nada kesal.

penulis>>{ RIMUNG }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *