SULSEL_WAJO – KADIS lingkungan Hidup kab. Wajo ANDI FAKHRUL RIJAL B. ST., MM. Mengajak Forum komunikasi pengembang developer untuk bertemu, berdiskusi dan sekalian bersilaturahim.
Alhamdulillah forum komunikasi pengembang developer kab. Wajo Yang di ketua oleh bapak Asrul Sani menyambut baik dan sengat senang atas ajakan bapak kadis lingkungan hidup.
Dan Pada hari ini kamis tanggal 26 maret 2026.
Ketua forum komunikasi pengembang developer bersama para teman2 developer lainnya menerima ajakan pertemuan dengan mendatangi kantor dinas lingkungan hidup dan di terima langsung oleh bapak kepala dinas lingkungan hidup bersama sekretaris, para kepala bidan, dan kepala uptd.
Pada hari ini juga kepala dinas lingkungan hidup mengadakan diskusi bersama forum komunikasi pengembang developer.
Yang di hadiri juga sekretaris, para kepala bidan, kepala uptd lingkup dinas lingkungan hidup.
Dalam diskusi tersebut pak kadis mengatakan bahwa dinas lingkungan hidup mempunyai tugas di antaranya melakukan mitigasi dan penanganan pengelolaan lingkungan hidup.
Itu semua telah di lakukan sejak dulu dari tahun ke tahun dari kepala dinas ke kepala dinas akan tapi seiring sewaktu terjadi kendala dan masalah. Letak masalahnya ada di anggaran operasional, sumber daya manusia, sarana prasarana dalam hal pengelolalaan lingkungan terkhususnya pengelolaan sampah.
Terkait masalah anggaran operasionalnya.
Ini terjadi akibat tidak seimbangnya
Pengembangan perumahan developer yang sekarang begitu cepat dengan penambahan anggaran operasional di kantor dinas lingkungan.
Kita kewalahan ungkap pak kadis sehingga kita tidak bisa berkerja maksimal.
Maka dari itu pak kadis mengharapkan pihat swasta terlibat terutama developer perumahan.
Karna beliau mengatakan bahwa di mana ada perumahan di buat oleh pengembang di situ ada akan muncul dampak besar yaitu salah satunya masalah sampah kalau tidak di tangani secara cepat dan tepat. Akan terjadi sampah di mana mana akhirnya kota sengkang kotor dan udaranya tidak sehat.
Percuma kita olahraga jalan, lari kalau udara kita tidak sehat.
Jadi alasan2 itu semuanya pak kadis mengharapakan pengelolaan sampah di perumahan developer di lakukan secara mandiri.
Alhamdulillah dengan diskusi panjang di barengi dengan tawa dan makan kue tapi ada yang lupa pada saat itu yaitu kopinya tidak ada di meja.
Hasil diskusinya para developer siap menerima arahan-arahan lingkungan hidup dan bersinergi. Kedepannnya developer yang baru atau sementara berjalan membuat yang perumahan akan melakukan pengelolaan sampah secara Mandiri.














