BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Aceh Tengah Darurat: Gilang Ken Tawar Desak Pemerintah Pusat Bertindak Cepat Sebelum Situasi Chaos.

38
×

Aceh Tengah Darurat: Gilang Ken Tawar Desak Pemerintah Pusat Bertindak Cepat Sebelum Situasi Chaos.

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah ( DERAP KEADILAN.COM ) —Bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tengah sejak beberapa hari terakhir menyebabkan wilayah ini berada dalam kondisi darurat kemanusiaan. Sejumlah desa terisolir total, jalur darat lumpuh, listrik padam, dan stok pangan hampir habis. Situasi semakin mengkhawatirkan ketika BBM dan LPG dinyatakan tidak tersedia di seluruh wilayah.

 

Gilang Ken Tawar, Koordinator Aliansi Masyarakat Gayo (AMG), yang juga dikenal sebagai aktivis muda yang vokal membela kepentingan rakyat Gayo, menyampaikan bahwa kondisi Aceh Tengah sudah berada pada titik kritis dan membutuhkan intervensi cepat dari Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat.

 

Jalur Logistik Lumpuh, Aceh Tengah Terancam Krisis Total

 

Menurut Gilang, seluruh akses distribusi logistik mengalami hambatan serius, terutama akibat lumpuhnya jalur darat menuju Aceh Tengah.

 

Jalur Bener Meriah–Lhokseumawe (Jalan KKA) harus segera diperbaiki. Itu satu-satunya jalur strategis untuk memastikan suplai pangan dan BBM masuk ke Aceh Tengah. Jika pembenahan tidak dipercepat, kita akan menghadapi kelumpuhan total,” tegas Gilang.

 

Ia menambahkan bahwa perbaikan jalur ini merupakan langkah paling rasional dan cepat untuk membuka pintu logistik darurat.

 

Desa-Desa Terisolir Butuh Bantuan Udara

 

Baca Juga:  Slog Polri Laksanakan Wasdal Pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Boyolali, Polres Siap Kawal Hingga Tuntas

Dengan banyaknya desa yang masih terputus aksesnya, Gilang mendesak pemerintah menyiapkan satu unit helikopter khusus untuk mendistribusikan logistik ke wilayah-wilayah terisolasi.

 

Kita tidak bisa menunggu alat berat membersihkan semua titik longsor. Butuh helikopter untuk membawa beras, obat-obatan, dan kebutuhan dasar ke desa-desa. Warga tidak punya waktu menunggu, mereka butuh bantuan hari ini juga,” katanya.

 

Menurut data posko lapangan, sedikitnya puluhan desa tidak bisa diakses melalui jalur darat, membuat ribuan warga terancam tanpa makanan dan layanan medis.

 

Stok Beras Menipis, Masyarakat Mulai Resah

 

Gilang mengungkapkan bahwa saat ini stok beras di Aceh Tengah sudah berada pada level paling kritis.

 

Ketersediaan beras hampir habis. Dalam situasi krisis, kelangkaan pangan bisa memicu kegelisahan sosial. Protes masyarakat sudah mulai terdengar. Jika ini tidak ditangani hari ini, kita akan menghadapi polemik baru,” jelasnya.

 

Ia memperingatkan bahwa krisis pangan di tengah bencana akan memicu ketegangan sosial yang sulit dikendalikan.

 

Peringatan Keras: Aceh Tengah Bisa Chaos dalam 3 Hari

 

Gilang memberikan peringatan tegas bahwa Aceh Tengah berpotensi memasuki fase chaos dalam tiga hari ke depan bila pemerintah tidak segera mengambil langkah penyelamatan.

Baca Juga:  Dari Mimbar Masjid ke Hati Warga: Program AMPUH Polsek Karangmalang Hadirkan Polisi yang Humanis dan Tangguh

 

Saya tegaskan, jika situasi ini dibiarkan tanpa intervensi pusat, kemungkinan dalam tiga hari ke depan Aceh Tengah akan chaos. Bukan hanya soal bencana alam, tapi bencana kemanusiaan dan sosial,” tegasnya.

 

Ia menilai pemerintah provinsi tidak cukup responsif, sementara pemerintah pusat harus segera turun tangan untuk mencegah memburuknya keadaan.

 

Desakan untuk Pemerintah Pusat dan Pemprov Aceh

 

Gilang Ken Tawar merinci langkah-langkah yang harus dilakukan pemerintah secara cepat dan terukur:

 

1. Percepatan Pembenahan Jalur Bener Meriah – Lhokseumawe (Jalan KKA)

 

Agar distribusi BBM, logistik pangan, dan bantuan dapat segera masuk.

 

2. Penugasan Helikopter Khusus Logistik

 

Untuk bantuan darurat ke desa-desa terisolasi.

 

3. Penyaluran Beras Darurat Melalui Bulog dan Kementerian Sosial

 

Agar protes masyarakat tidak meluas dan tidak memicu ketegangan sosial.

 

4. Mobilisasi TNI/Polri dan BNPB

 

Untuk percepatan pembukaan jalur, evakuasi, dan distribusi bantuan.

 

Gilang menutup pernyataannya dengan imbauan keras agar pemerintah “tidak menunggu laporan meja, tetapi melihat langsung penderitaan masyarakat di lapangan.”

 

Berita ini akan terus diperbarui sesuai perkembangan di Aceh Tengah.

 

penulis>>{ RIMUNG }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *