BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Rimung Buloh Telepon BNPB Pusat, Bareng Danramil Kelana Pantau 30 Pengungsian Banjir (10 Ribu Jiwa)

36
×

Rimung Buloh Telepon BNPB Pusat, Bareng Danramil Kelana Pantau 30 Pengungsian Banjir (10 Ribu Jiwa)

Sebarkan artikel ini

ACEH UTARA,( DERAP KEADILAN.COM ) – 7 DESEMBER 2025 – Danramil Lapang Kecamatan Lapang Aceh Utara, PELTU Muhammad Kelana, beserta seluruh anggota Koramil dan Babinkamtibmas Polsubsektor Lapang, terus melaksanakan penanganan pasca banjir dengan semangat tak kenal lelah. Kegiatan mereka ini didampingi Ketua DPD Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh – yang bahkan turut menghubungi BNPB Pusat untuk meminta bantuan bagi warga terdampak.

 

Rimung Buloh mengaku sangat sedih melihat pengungsi yang hilang tempat tinggal, terutama setelah mengetahui sekitar 400 unit rumah hanyut atau roboh total akibat banjir. “Saya tidak bisa melihat warga menderita begitu saja. Oleh karena itu, saya langsung menghubungi BNPB Pusat untuk meminta bantuan tambahan agar kebutuhan mereka bisa terpenuhi lebih cepat,” ungkapnya.

 

Selain itu, tim yang dipimpin PELTU Kelana juga memberikan bantuan langsung kepada warga dan memenuhi kebutuhan mereka yang tersebar di 30 titik pengungsian. Mereka berkoordinasi dengan dinas terkait di Pendopo Bupati Aceh Utara dan mencari donatur untuk menyumbang kebutuhan pokok sehari-hari, memastikan warga mendapatkan perhatian yang layak.

Baca Juga:  Sukseskan Program Tiga Juta Rumah, MENDAGRI Ajak Perguruan Tinggi Ambil Peran Dukung Kebijakan Pro Rakyat

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh 11 desa di Kecamatan Lapang masih mengungsi meskipun air sudah tidak lagi menggenangi jalan atau rumah – hanya beberapa titik wilayah yang terdampak parah Dengan jumlah penduduk sekitar 10 ribu jiwa (sekitar 2.800 KK), warga masih bertahan di 30 titik pengungsian, dengan jumlah terbanyak berada di Desa Kuala Cangkoi (4 titik). Kebutuhan utama mereka adalah beras, indomie, sarden, dan air bersih.

 

Data sementara juga mencatat 400 rumah lainnya rusak berat atau ringan di Desa Kuala Cangkoi, Kuala Kerto, dan Mentang Baru. Pendataan kerugian masih berlangsung. Selain itu, lebih dari 500 meter jalan terputus akibat banjir dan kini menyerupai muara sungai – empat titik jalan tersebut belum sepenuhnya dapat dilalui meskipun sudah ada penyeberangan sementara.

Baca Juga:  Polri Dorong Kepemimpinan Perempuan Lewat Pelatihan Gender di JCLEC Semarang

 

Di tengah kondisi sulit, tim Koramil, Babinsa, dan Babinkamtibmas menjalankan berbagai upaya: pantauan 24 jam terhadap tingkat air sungai, kondisi genangan, dan keamanan; distribusi bantuan bersama BPBD dan dinas terkait; membantu layanan kesehatan untuk mencegah wabah penyakit; serta komunikasi terus-menerus dengan tokoh masyarakat dan pemerintah desa.

 

Kami dan seluruh anggota tak akan berhenti sampai semua warga bisa kembali ke rumah dengan aman dan semua kebutuhan mereka terpenuhi. Ini tugas kita, dan kita akan lakukan dengan sepenuh hati,” ujar PELTU Muhammad Kelana dalam jeda tugasnya hari ini.

Penulis: [ SARI ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *