BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Tiga Tahun Berselang, Ketum FWJ Indonesia dan Khanza Haryati Kembali Dipertemukan di Sukoharjo

8
×

Tiga Tahun Berselang, Ketum FWJ Indonesia dan Khanza Haryati Kembali Dipertemukan di Sukoharjo

Sebarkan artikel ini

SUKOHARJO, JATENG  – Ada pertemuan yang tidak membutuhkan agenda besar untuk meninggalkan kesan mendalam.

Setelah sekitar tiga tahun tak bertatap muka, Ketua Umum Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya alias Opan, akhirnya kembali duduk bersama Khanza Haryati di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (18/9/2026).

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Opan datang bersama Bendahara Umum FWJ Indonesia, Tri Wulansari, serta sejumlah anggota FWJ Indonesia. Pertemuan berlangsung sederhana, namun terasa hangat. Percakapan mengalir dari kabar masing-masing, cerita perjalanan selama berjarak, hingga kenangan ketika masih sama-sama aktif dalam lingkungan FWJ Indonesia.

Bagi Khanza, kedatangan rombongan tersebut menjadi kejutan kecil yang membawa kembali banyak cerita lama.

Khanza Haryati sebelumnya merupakan pengurus FWJ Indonesia Korwil Jakarta Selatan. Ia kemudian memilih meninggalkan Jakarta dan hijrah ke Sukoharjo bersama anak-anaknya pada awal Januari 2023.

Sejak menetap di Jawa Tengah, perjalanan Khanza di dunia jurnalistik tetap berjalan. Ia kini aktif sebagai redaktur berita TribunCakraNews.com, sekaligus Wakil Pimpinan Redaksi DerapKeadilan.com dan DetikPost.com.

Perubahan tempat tinggal ternyata tidak serta-merta mengubah hubungan dengan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup dan profesinya.

Itu pula yang terlihat ketika Opan, Tri Wulansari, dan sejumlah anggota FWJ Indonesia tiba di Sukoharjo.

Tak ada panggung, tak ada seremoni, apalagi rangkaian acara yang panjang. Hanya pertemuan antarteman yang sudah lama tidak bersua.

Obrolan ringan pun menjadi pintu masuk untuk mengenang berbagai cerita. Dari aktivitas organisasi, dinamika dunia jurnalistik, hingga perjalanan masing-masing setelah tidak lagi berada di lingkungan yang sama.

Bagi mereka yang pernah melewati satu perjalanan bersama, waktu ternyata tidak selalu membuat kedekatan menjadi asing.

 

Dari Jakarta ke Sukoharjo

Awal 2023 menjadi babak baru bagi Khanza. Setelah bertahun-tahun menjalani aktivitas di Jakarta, ia memutuskan melanjutkan kehidupan di Sukoharjo bersama anak-anaknya.

Baca Juga:  BUPATI Wajo: Peringatan Hari Lahir PANCASILA Bukan Sekadar Seremoni

Di tempat baru, ia kembali membangun aktivitas jurnalistik sekaligus memperluas perjalanan profesionalnya.

Dunia pers yang telah menjadi bagian dari kehidupannya tetap dijalani. Berita, liputan, komunikasi dengan narasumber, hingga aktivitas redaksional menjadi kesehariannya di Jawa Tengah.

Sementara itu, hubungan dengan rekan-rekan lama tetap dirawat meski tidak lagi sesering ketika berada di Jakarta.

Karena itu, pertemuan dengan jajaran FWJ Indonesia kali ini terasa lebih dari sekadar kunjungan.

Ada cerita yang kembali tersambung setelah sekian lama.

Bendahara Umum FWJ Indonesia, Tri Wulansari, bersama anggota FWJ Indonesia yang hadir turut larut dalam suasana kekeluargaan tersebut. Pertemuan berlangsung cair, tanpa sekat organisasi maupun jarak wilayah.

Bagi Khanza, hadirnya kembali orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan jurnalistiknya seolah membuka kembali halaman lama yang sempat tersimpan.

Bukan untuk mengulang masa lalu, melainkan untuk menyadari bahwa ada hubungan baik yang tetap bertahan meski kehidupan membawa setiap orang ke tempat yang berbeda.

Kunjungan Opan bersama rombongan FWJ Indonesia ke Sukoharjo pun akhirnya meninggalkan kesan sederhana namun kuat.

Sebab, dalam dunia yang bergerak begitu cepat, masih ada pertemuan yang tidak membutuhkan banyak kata.

Cukup duduk bersama, bertukar kabar, tertawa mengingat cerita lama, lalu menyadari bahwa waktu ternyata tidak sepenuhnya mengubah arti sebuah persahabatan.

Tiga tahun telah berlalu sejak pertemuan terakhir.

Jakarta dan Sukoharjo kini menjadi dua titik dalam perjalanan yang berbeda.

Namun Jumat itu, jarak tersebut seolah berhenti sejenak.

Mereka kembali bertemu—bukan semata sebagai sesama insan pers atau bagian dari organisasi yang pernah sama-sama dijalani, tetapi sebagai orang-orang yang pernah berbagi cerita dalam satu perjalanan.

Dan mungkin, itulah makna sederhana dari silaturahmi: bukan tentang seberapa sering bertemu, melainkan tentang masih adanya ruang untuk saling menyapa ketika akhirnya dipertemukan kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250