BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Ketua DPD APPI Desak Pemindahan Petugas RSUD Zainoel Abidin yang Lambat Melayani Rujukan Pasien

3
×

Ketua DPD APPI Desak Pemindahan Petugas RSUD Zainoel Abidin yang Lambat Melayani Rujukan Pasien

Sebarkan artikel ini

Aceh Utara,( DerapKeadilan.com ) 9 Mei 2026 – Masalah lambatnya respon pelayanan rujukan pasien kembali mencuat dan memicu kemarahan malam ini. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh, bersuara keras menuntut tanggung jawab, sekaligus mendesak tindakan tegas terhadap petugas di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh yang dinilai sangat lambat dan tidak tanggap. Ia juga meminta Dinas Kesehatan Aceh untuk turun tangan langsung mengawasi dan menindaklanjuti persoalan ini.

Rimung Buloh secara langsung menagih kejelasan kepada penanggung jawab rujuk pasien di RSUD Cut Meutia, Shafriandi, S.Kep., terkait alasan mengapa proses pengiriman pasien ke rumah sakit rujukan selalu terhambat dan berjalan lambat.

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Dengan tegas dan lugas, Shafriandi membantah tuduhan bahwa pihaknya yang bekerja lambat. Ia menegaskan, seluruh kesiapan di RSUD Cut Meutia sudah selesai jauh-jauh hari, namun kendala mutlak ada di pihak penerima.

Jangan ada yang menuduh kami di sini lambat atau tidak peduli! Yang jelas dan nyata yang lambat, yang tidak ada tanggung jawabnya itu pihak RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh!” seru Shafriandi dengan nada tinggi.

Ia membongkar fakta kejadian malam ini secara rinci: “Dari pukul 16.00 sore tadi kami sudah berulang kali menghubungi mereka. Surat rujuk, berkas lengkap, administrasi, semuanya sudah beres 100% dan siap kami kirimkan sejak sore. Tapi apa balasannya? Sampai jam 21.00 malam ini, sampai detik ini juga, belum ada kepastian apa-apa! Tidak ada jawaban, tidak ada kepastian, mereka diam saja seolah tidak peduli!”

Baca Juga:  Kapolri Hadiri Bazar Ramadan Polri Presisi dan Baksos di Surabaya

Shafriandi pun mengungkapkan rasa gemasnya atas persepsi keliru masyarakat. “Rakyat di luar sana mengira kami yang malas, kami yang lambat mengurus pasien. Itu fitnah besar! Kami sudah siap berjam-jam menunggu, tapi mereka di sana yang santai, responnya nol besar. Pasiennya dalam kondisi gawat darurat, nyawanya taruhan, tapi mereka main-main saja dengan waktu!”

Mendengar kenyataan pahit itu, Rimung Buloh semakin naik pitam dan melontarkan peringatan keras tanpa kompromi.

Ini sudah keterlaluan! Kalau memang terbukti petugas di sana pelayanannya buruk, lambat, tidak tanggung jawab dan tidak punya perasaan kemanusiaan, segera saja pindahkan mereka dari sana! Jangan diamkan, jangan dibiarkan terus menerus membahayakan nyawa orang lain!” bentak Rimung Buloh.

Ia pun menyorot langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, serta Dinas Kesehatan Aceh, untuk turun tangan segera dan tidak menutup mata atas kelalaian ini.

Baca Juga:  Relawan Bersama dan Relawan Ilham Pangestu Salurkan Bantuan Banjir dan Air bersih ke Warga Lungsa, Madat

Gubernur dan Dinas Kesehatan Aceh! Dengarkan baik-baik! Ambil tindakan tegas sekarang juga! Jangan sampai kita menunggu ada pasien yang meninggal dunia dulu baru kita bergerak! Itu sudah terlambat, nyawa manusia tidak bisa dikembalikan begitu saja!” tegasnya.

Menurut Rimung Buloh, RSUD Dr. Zainoel Abidin adalah rumah sakit rujukan utama yang seharusnya menjadi teladan kecepatan dan pertolongan, namun faktanya malah menjadi penghambat yang mematikan waktu penanganan. Pihak Dinas Kesehatan diminta segera mengevaluasi kinerja seluruh petugas yang bertugas di bagian penerimaan pasien rujukan dan membuat aturan baku agar kejadian ini tidak terulang lagi.

Malam ini saja buktinya! Pasien kritis, kami siap dari sore, mereka diam saja sampai malam. Ini tindakan yang sangat tidak manusiawi! Yang salah dan lambat itu mereka, bukan kami di Aceh Utara!” serunya.

Kami dari APPI tidak akan diam saja! Kami akan terus berisik, kami akan terus awasi, sampai ada perubahan nyata, petugas-petugas yang lambat itu dipindahkan, dan Dinas Kesehatan menetapkan standar pelayanan yang ketat. Pelayanan kesehatan adalah hak mutlak rakyat, jangan sampai dipermainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab!” pungkas Rimung Buloh dengan ancaman serius.

Editor: Zuraina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *