ACEH UTARA ( DERAP KEADILAN.COM ) –Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara meminta masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh tuduhan yang beredar di media sosial, terutama yang menuding Gerakan Aceh Merdeka (GAM) meminta jatah bantuan. Tuduhan tersebut dinilai berpotensi memecah belah persatuan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Ketua APPI Aceh Utara yang akrab disapa Rimung Buloh menegaskan pentingnya kroscek dan verifikasi informasi sebelum percaya. “Kami memohon kepada masyarakat Aceh agar tidak terpancing dengan tuduhan-tuduhan yang memprovokasi terhadap pihak GAM, yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Rimung juga mengajak siapapun yang memviralkan video tuduhan tersebut untuk segera mengglarafikasi (mencabut) dan meminta maaf atas yang diviralkan. “Segera mengglarafikasi, meminta maaf atas yang diviralkan video hoax ini sebelum sampai kasuh ini sampai keranah hukom,” tegasnya.
Untuk mengklarifikasi, Rimung telah melakukan konfirmasi langsung dengan sejumlah panglima GAM setempat. Panglima Sagoe Meh Ijoe Idi Cut dan Panglima Sagoe Tuan Tanah (Syarkawi) membenarkan adanya pergerakan tim Satuan Tugas Azan menuju laut untuk mengambil bantuan yang diperuntukkan bagi warga terdampak banjir.
Namun, keduanya membantah keras tuduhan perampasan bantuan. Syarkawi menjelaskan bahwa masalahnya terletak pada administrasi yang belum lengkap, sehingga pihak pengawal di kapal tidak bisa memberikan bantuan segera. “Anggota kami berkomunikasi dengan pihak kapal agar bantuan tersebut bisa diberikan dan segala administrasi akan dilengkapi besok,” terangnya.
Syarkawi juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap tuduhan yang tidak berdasar. “Kami bukan merampas bantuan, jangan asal menuduh mereka,” ucapnya dengan nada kesal, menambahkan bahwa komunikasi yang dilakukan adalah upaya persuasif agar bantuan segera disalurkan.
penulis>>{ SARI }












