ACEH UTARA ( DERAP KEADILAN.COM ) -Duka mendalam menyelimuti Desa Meusjid Buek, Kecamatan Murah Mulia. Banjir bandang yang datang tiba-tiba telah merendam seluruh rumah warga, memaksa ratusan jiwa mengungsi ke meunasah (musala desa) yang menjadi satu-satunya tempat berlindung.
Air bah yang datang dengan derasnya telah menghanyutkan harta benda dan merusak infrastruktur desa. Warga kini hidup dalam kondisi serba kekurangan, terutama pangan dan air bersih.
“Kami sangat membutuhkan bantuan. Rumah kami sudah tidak bisa ditempati lagi. Semua harta benda hanyut terbawa banjir,” ujar seorang ibu pengungsi dengan mata berkaca-kaca.
Kepala Desa (Geusyik) Maskur dengan sigap telah mengorganisir pendirian dapur umum di meunasah. Namun, persediaan makanan dan bahan pokok semakin menipis.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu warga. Tapi, persediaan kami sangat terbatas. Kami sangat berharap pemerintah kecamatan dan kabupaten segera memberikan bantuan,” ujar Geusyik Maskur dengan nada prihatin.
Saat ini, ratusan pengungsi membutuhkan bantuan mendesak berupa:
– Makanan siap saji dan bahan makanan mentah
– Air bersih dan санитарные средства
– Pakaian layak pakai dan selimut
– Obat-obatan dan perlengkapan medis
– Tenda dan alas tidur
Masyarakat Desa Meusjid Buek berharap uluran tangan dari semua pihak untuk meringankan penderitaan mereka. Bantuan sekecil apapun akan sangat berarti bagi para korban banjir.
penulis>>{ SARI }











