BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Wali Kota Lhokseumawe Pilih Kasih? Rimung Buloh Angkat Bicara Soal Nakes.

151
×

Wali Kota Lhokseumawe Pilih Kasih? Rimung Buloh Angkat Bicara Soal Nakes.

Sebarkan artikel ini

ACEH UTARA ( DERAP KEADILAN.COM ) – Ketua DPD APPI Aceh Utara, Rimung Buloh, dengan nada keras mengecam pernyataan Wali Kota Lhokseumawe terkait prioritas tenaga kesehatan (nakes) ber-KTP Lhokseumawe. Pernyataan ini dinilai diskriminatif dan berpotensi memecah belah antar wilayah. Wali Kota menyampaikan hal ini saat bertemu ratusan nakes yang menggelar aksi demonstrasi.

Wali Kota Lhokseumawe menyatakan siap memperjuangkan tuntutan nakes, namun dengan prioritas khusus bagi tenaga bakti dan honorer yang berdomisili di Lhokseumawe.

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Rimung Buloh meradang, menyebut sikap tersebut picik dan berpotensi memicu sentimen negatif antar daerah. Ia menegaskan, “Domisili itu bukan tembok penghalang! Nakes berhak dapat perhatian dan pembinaan dari pemerintah, tanpa pandang KTP!”

Baca Juga:  Aceh Tengah Darurat: Gilang Ken Tawar Desak Pemerintah Pusat Bertindak Cepat Sebelum Situasi Chaos.

Dengan nada berapi-api, ia mengingatkan, Jangan sampai terulang kejadian lalu! Dulu ribut soal plat BL dan BK dengan provinsi tetangga. Sekarang mau ribut dengan kabupaten/kota tetangga hanya karena masalah domisili?”

Rimung Buloh mengungkapkan fakta bahwa banyak tenaga kesehatan asal Aceh Utara mengabdi di Lhokseumawe, begitu pula sebaliknya. Namun, Pemkab Aceh Utara tidak pernah mempermasalahkan asal-usul mereka.

Baca Juga:  BUMDes Karya Mandiri Desa Kaliwedi Sragen Jadi Referensi BUMDes se-Indonesia, BUMDes Sari Agung Sarirejo Grobogan: Ingin Belajar dari Desa Kaliwedi Sragen

Ia sangat menyayangkan pernyataan Wali Kota, apalagi keluar dari seorang pemimpin. Pembangunan dan pelayanan publik itu lintas batas! Selama kompeten dan berkomitmen, mereka aset yang harus didukung!” tegasnya.

Rimung Buloh menyerukan semua pihak untuk mengutamakan kolaborasi demi kepentingan rakyat dan peningkatan mutu layanan publik, khususnya di sektor kesehatan. “Stop diskriminasi! Mari bersatu membangun Aceh!” pungkasnya.

>>>>>>>{ SARI }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *