Semarang, Jateng – Aktivitas mencurigakan di sebuah gudang di kawasan industri Genuk, Kota Semarang, mulai menjadi sorotan publik. Pergerakan truk tangki yang keluar masuk lokasi pada malam hingga dini hari memicu dugaan adanya distribusi solar subsidi yang tidak sesuai peruntukan. Senin, 27/4/2026.
Aktivitas Malam Hari Picu Kecurigaan Warga
Berdasarkan pantauan dari dokumentasi yang beredar serta keterangan sejumlah warga, aktivitas kendaraan besar di gudang yang berlokasi di wilayah Genuksari, Kecamatan Genuk tersebut terjadi secara rutin pada malam hari.
“Sering ada truk masuk malam-malam, kadang sampai dini hari,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut warga, aktivitas tersebut berlangsung tertutup dan minim pengawasan terbuka, sehingga menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat sekitar.
Dugaan Distribusi BBM Tidak Sesuai Peruntukan
Aktivitas di lokasi tersebut diduga berkaitan dengan distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang tidak sesuai peruntukannya.
Sebagaimana diketahui, solar subsidi diperuntukkan bagi sektor tertentu seperti transportasi umum, nelayan, dan pelaku usaha kecil. Penyalahgunaan distribusi dapat berpotensi melanggar ketentuan hukum serta merugikan keuangan negara.
Munculnya Inisial Oknum
Dalam informasi yang berkembang di lapangan, muncul dugaan keterlibatan oknum berinisial “W” dan “P”. Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum terkait identitas maupun peran pihak yang dimaksud.
Desakan Penyelidikan
Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera melakukan penyelidikan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran.
Aktivitas yang berlangsung pada malam hari dan terkesan tertutup dinilai perlu mendapat perhatian serius untuk mencegah potensi penyalahgunaan BBM subsidi.
Potensi Dampak Lebih Luas
Pengamat energi menilai, apabila praktik distribusi solar subsidi yang tidak sesuai peruntukan terjadi secara sistematis, dampaknya bisa meluas. Selain berpotensi merugikan keuangan negara, kondisi tersebut juga dapat mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat yang berhak.
Belum Ada Keterangan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait. Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini kepada pihak-pihak terkait juga belum mendapatkan tanggapan. (*)















