Lhoksukon, ( DerapKeadilan.com ) Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Aula Kemenhaj Kabupaten Aceh Utara pada Kamis, 30 April 2026. Dalam momentum istimewa Haflah Khatmil Qur’an ke-3 siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026, Ketua Komite MAN 2 Aceh Utara, Iskandar, S.Kom., M.SM., secara langsung memberikan penghargaan kepada para Guru Pembimbing Tahfiz sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka.
Penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan atas kerja keras para guru yang tanpa lelah membimbing, mengarahkan, dan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada para siswa. Di balik keberhasilan para peserta didik dalam mengkhatamkan Al-Qur’an, terdapat peran besar para pembimbing yang dengan sabar mendampingi setiap proses, dari tahap membaca hingga menghafal ayat-ayat suci.
Dalam sambutannya, Iskandar menyampaikan bahwa keberhasilan program tahfiz di MAN 2 Aceh Utara tidak terlepas dari ketulusan para guru dalam membina generasi muda. “Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghormatan kami kepada para guru yang telah melahirkan generasi Qur’ani. Mereka adalah pilar utama dalam membangun karakter dan spiritualitas siswa,” ungkapnya.
Acara Haflah Khatmil Qur’an ini tidak hanya menjadi ajang seremonial kelulusan hafalan, tetapi juga momentum refleksi bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam nilai-nilai keagamaan. Para siswa yang dikhatamkan al Qur’an hari itu menjadi bukti nyata bahwa dengan bimbingan yang tepat, semangat belajar Al-Qur’an dapat tumbuh di lingkungan madrasah.
Para guru pembimbing tahfiz yang menerima penghargaan tampak terharu dan bangga. Dedikasi mereka yang selama ini mungkin tidak selalu terlihat, kini mendapatkan pengakuan yang layak di hadapan publik.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen MAN 2 Aceh Utara dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an. Sinergi antara komite, guru, dan seluruh civitas madrasah menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut.
Dengan penuh semangat, acara ditutup dengan harapan besar: lahirnya generasi muda yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi masa depan umat dan bangsa.











