BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Pasca Pelantikan, KONI Aceh Timur Dinilai Mati Suri: Minim Event

11
×

Pasca Pelantikan, KONI Aceh Timur Dinilai Mati Suri: Minim Event

Sebarkan artikel ini

ACEH TIMUR ) DerapKeadilan.com ) — Kinerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Timur periode 2025–2029 mulai mendapat sorotan. Pasalnya, sejak pelantikan pengurus, aktivitas olahraga di daerah tersebut dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.

 

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

Pantauan di lapangan hingga Sabtu, 25 April 2026, menunjukkan minimnya penyelenggaraan event olahraga, baik skala kecil maupun besar. Kondisi ini memunculkan anggapan bahwa geliat olahraga di Aceh Timur cenderung stagnan pasca pelantikan.

 

Sejumlah penggiat olahraga dan pelatih lokal mengaku belum merasakan adanya program pembinaan yang berjalan optimal. Mereka menilai belum ada agenda rutin maupun kompetisi yang mampu mengakomodasi kebutuhan atlet di berbagai cabang olahraga.

 

“Sejak pelantikan, belum ada kegiatan yang benar-benar menyentuh atlet. Padahal, pembinaan butuh kesinambungan,” ujar salah seorang pelatih yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:  Jelang Kunjungan Kerja Kasau, Pangkoops Udara II Tinjau Kesiapan Lanud Sam Ratulangi Manado

 

Selain itu, momentum pascabencana banjir yang melanda Aceh Timur dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal untuk membangkitkan semangat masyarakat melalui kegiatan olahraga. Padahal, aktivitas olahraga dinilai penting sebagai sarana pemulihan sosial dan psikologis, khususnya bagi generasi muda.

 

Menanggapi sorotan tersebut, Ketua KONI Aceh Timur, Zulfazli Aiyub, mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam menjalankan program organisasi.

 

“Yang jelas, tidak ada dana di KONI Aceh Timur. Untuk berangkat Pra-PORA saja, kami menggunakan dana pribadi,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan olahraga membutuhkan dukungan anggaran yang memadai. “Semua kegiatan butuh dana. Kalau tidak ada dana, apa yang bisa dibuat? Anak-anak mau berangkat Pra-PORA saja tidak ada dana,” katanya.

 

Zulfazli juga berharap adanya dukungan dari KONI Aceh serta pihak terkait lainnya untuk mendorong kemajuan olahraga di daerah. “Pasti butuh dukungan dari KONI Aceh,” tambahnya.

Baca Juga:  Rakornispen TNI 2026 Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi Hadapi Perang Informasi

 

Meski demikian, ia memastikan pihaknya tetap berupaya menjalankan program semaksimal mungkin. “Insyaallah akan kami upayakan semaksimal mungkin demi kemajuan KONI Aceh Timur,” ujarnya.

 

Terpisah, sejumlah pihak juga menyoroti pentingnya percepatan program pembinaan atlet mengingat Aceh Timur akan menghadapi agenda Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026. Tanpa persiapan yang matang, dikhawatirkan daerah ini akan kesulitan bersaing.

 

Kritik juga mengarah pada minimnya komunikasi publik dari pihak KONI terkait rencana kerja dan program yang akan dijalankan. Masyarakat berharap adanya keterbukaan agar arah pembangunan olahraga daerah dapat diketahui secara jelas.

 

Masyarakat kini menunggu langkah konkret KONI Aceh Timur untuk menghidupkan kembali gairah olahraga dan menjawab berbagai kritik yang berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *