Lapas Kelas IIB Pati — Upaya pembinaan kepribadian di Lapas Kelas IIB Pati terus diperkuat melalui kegiatan belajar mengaji yang menyentuh sisi spiritual Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Bekerja sama dengan Kementerian Agama, program ini diikuti oleh 8 WBP wanita dalam suasana khidmat, penuh ketekunan, dan semangat memperbaiki diri, Jumat (24/04).
Kegiatan ini tidak sekadar mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan pembinaan mental. Dengan pendampingan intensif dari petugas Kementerian Agama, para peserta dibimbing mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga penyempurnaan tajwid, sehingga proses belajar berjalan sistematis dan bermakna.
Program ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter WBP agar lebih religius, disiplin, dan memiliki pondasi moral yang kuat sebagai bekal menjalani kehidupan setelah bebas. Semangat para peserta mencerminkan adanya harapan baru untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan salah satu pilar utama dalam proses pemasyarakatan. “Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menumbuhkan kesadaran diri dan keimanan. Kami ingin para WBP memiliki bekal positif agar siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pati menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, berkelanjutan, dan berorientasi pada perubahan nyata bagi setiap WBP.















